Selasa, 01 Oktober 2013

Aplikasi Android Texecom


Salah satu merk panel control alarm yang feature-nya terbilang paling lengkap adalah Texecom buatan Inggris. Bagi sebagian orang merk ini mungkin kurang begitu dikenal dan konon panel ini sulit dipelajari. Programmingnyapun lebih rumit ketimbang merk alarm lainnya, sebut saja misalnya DSC. Pada merk DSC, untuk mendapatkan panel yang siap dioperasikan, kita hanya perlu satu-dua sentuhan saja saat programming. Berbeda dengan Texecom dimana kita perlu menelusuri satu per satu setiap menu yang ada. Dengan demikian, programming melalui keypad akan memerlukan banyak waktu. Inilah rupanya yang menjadi sebab mengapa panel ini terbilang eksklusif, karena tidak setiap teknisi mau melakukannya.

Akan tetapi para engineer Texecom sudah memperhitungkan soal ini, sebab panel yang njlimet tentunya tidak akan laku di pasaran dan bakal "dimusuhi" teknisi. Sebagai solusinya, mereka membuat software khusus untuk programming bernama Wintex. Melalui software ini, programming jadi jauh lebih mudah dan cepat ketimbang memakai cara manual. Menu-menunya terbilang sangat user friendly. Memang, untuk menguasainya kita perlu memahami dulu arti dari istilah yang dipakai. Namun, dalam hal programming via software, kita perlu akui bahwa Texecom sudah jauh meninggalkan kompetitornya. Inilah salah satu kelebihan yang mereka miliki .

Salah satu kelebihan lain adalah hadirnya aplikasi android di Google Play. Walaupun aplikasi semacam ini sudah banyak dimiliki oleh merk lain, namun yang menarik dari Texecom adalah tampilan virtual keypad yang real time, seolah-olah customer sedang membawa keypad alarm rumahnya ke mana-mana. Kami sudah mencoba aplikasi ini dan bekerja dengan sangat perfect. Saking sempurnanya, sampai-sampai kami mengira hingga saat ini belum ada aplikasi alarm merk lain yang bisa menyamainya (atau kami yang ketinggalan!). Penasaran mencoba? Pada posting berikut ini kami akan paparkan khusus untuk pembaca. 

Sabtu, 14 September 2013

Alarm Hybrid

                                                                                                 
Keterbatasan laten sistem alarm kabel dibandingkan dengan wireless adalah soal lamanya waktu pemasangan. Sebagai perbandingan -dengan jumlah unit yang sama- sistem wireless bisa diselesaikan dalam hitungan jam, bahkan menit! Sedangkan pada sistem kabel diperlukan hitungan jam hingga hari, lebih-lebih jika ada sensor atau siren yang dipasang di luar (outdoor). Oleh sebab itu sistem kabel lebih cocok dilakukan pada rumah yang belum jadi, karena kabelnya bisa ditanam di dalam tembok, sehingga tidak merusak estetika rumah. Namun, bagi penjual hal ini cukup mendatangkan masalah. Tidak sedikit proyek rumah tinggal yang belum juga kelar dalam satu atau dua tahun. Bahkan ada pula yang sudah memasuki tahun ketiga, tetapi belum rampung juga. SO dan sales-nya pun sudah hilang entah ke mana. Problem klasik ini sedikit banyak akan memengaruhi hitungan cost, termasuk dalam hal ini biaya material bantu, biaya operasional dan komisi sales itu sendiri. 

Di sisi lain, owner rumah jadi yang sudah memiliki sistem alarm kabel yang rapi, kerap dihadapkan pada persoalan manakala ia akan menambahkan beberapa sensor lagi di rumahnya. Persoalannya lagi-lagi soal instalasi kabel. Menarik kabel di rumah jadi merupakan sesuatu hal yang "tabu" bagi sebagian besar owner. Jika sudah demikian, maka alarm hybrid-lah jawabannya. Nah, apa da bagaimanakah alarm hybrid itu? 

Rabu, 04 September 2013

Pengertian Partisi pada Sistem Alarm

                                             

Dalam sistem alarm dikenal istilah Partisi (Partition) atau Area. Pengertian sederhananya adalah kita mengelompokkan zone tertentu ke dalam satu area, sementara zone lainnya di satu area berbeda. Misalkan zone 1, 2 dan 3 dikelompokkan ke dalam Partisi 1 atau Area A, sedangkan zone 4, 5 dan 6 ke dalam Partisi 2 atau Area B. Demikian seterusnya sesuai dengan kebutuhan. Perlu diketahui, pengelompokkan zone ini tidak mesti berurutan. Kita bisa saja memasukkan zone 1, 3 dan 7 misalnya ke dalam Partisi 1, sedangkan zone 2, 4 dan 5 ke Partisi 2 dan zone 6 ke dalam Partisi 3 atau Area C. 

Beberapa merk panel alarm -baik sistem kabel ataupun wireless- ada yang bisa dibagi ke dalam 2 Partisi, 3, 4 bahkan hingga 8 Partisi. Tetapi ada pula panel yang tidak memiliki kemampuan ini alias hanya bisa satu partisi saja. 

Lantas apa keuntungan dari sistem Partisi ini? Sistem partisi memungkinkan fleksibilitas dalam pengoperasian dan kepemilikan. Misalkan, bangunan dua lantai disewa oleh dua perusahaan kecil yang masing-masing menempati lantai satu dan lantai dua. Sejatinya mereka bisa men-share satu panel ke dalam dua partisi, katakanlah zone 2, 3 dan 4 milik kantor di lantai satu, sedangkan zone 5, 6 dan 7 milik kantor lantai 2. Lalu, ke manakah zone 1? Zone 1 bisa dijadikan sebagai common zone (zone bersama), misalkan untuk door contact yang dipasang di pintu koridor masuk. Zone ini hanya akan aktif apabila kedua partisi telah aktif (armed) dan menjadi tidak aktif apabila salah satu partisi dalam kondisi mati (disarmed). 

Untuk aplikasi rumah tinggal, misalnya, kita bisa membagi zone menjadi area utama (Partisi 1) dan area pembantu (maid) di Partisi 2. Area utama adalah area milik owner, sedangkan maid area adalah zone tertentu yang dimatikan lebih awal oleh pembantu di pagi hari, tanpa mematikan area utama.

Dalam bekerja dengan partisi, kita perlu memperhatikan urutan ini:

1. Zone assigned to partition, yaitu penentuan zone berdasarkan partisinya seperti contoh di atas. Ini perlu ditentukan dari awal sebelum teknisi melakukan pemrograman.
2. Code assigned to partition, yaitu PIN code untuk setiap partisi yang harus dibuat berbeda.
3. Keypad. Apakah hanya ada satu keypad yang dipakai bersama ataukah masing-masing partisi memiliki keypad sendiri. Ini berkaitan dengan keypad address. 

Sedangkan pada panel yang terbilang bagus, fungsi partisi inipun bisa diperluas lagi menjadi:

1. Fungsi auto arm - disarm berdasarkan partisi masing-masing.
2. Account ID untuk alarm monitoring bisa berbeda berdasarkan partisinya. 
3. Siren output yang bisa dibuat independen berdasarkan partisinya. Setiap partisi memiliki output sendiri-sendiri.
4. Fungsi dialler. Setiap partisi memiliki voice dialler sendiri yang akan menghubungi contact person berbeda.

Demikian uraian singkat mengenai pengertian Partisi atau Area dalam sistem alarm. Semoga bermanfaat.