Jumat, 29 Januari 2010

Tech Tip: Mencegah Beam Kemasukan Semut

Setelah berbulan-bulan pemasangan, Outdoor Beam di lokasi tertentu kerap mendatangkan masalah klasik, yaitu kemasukan semut. Lokasi yang dimaksud biasanya dipenuhi oleh pepohonan dan sedikit lembab, sebab pada pemasangan Beam di tembok yang bersih dan kering, kasus serupa itu jarang dijumpai. Rupanya hal itu cukup beralasan, sebab walau di lokasi lembab semut memperoleh cukup air, namun di sisi lain merekapun perlu tempat untuk sekadar "menghangatkan badan". Maka, sedikit demi sedikit terjadilah "migrasi" semut ke dalam casing beam.


Beam outdoor sebenarnya telah dirancang agar kedap dari debu dan kotoran. Pabrikan telah mengikuti satu standar yang disebut dengan IP (Ingress Protection), yaitu dua angka yang menyatakan tingkat proteksi terhadap masuknya benda padat dan air. Contoh: jika disebut IP65, maka:  6 berarti kedap debu (dust tight)  dan  5 menyatakan kedap terhadap semprotan air yang deras dari segala arah.  

Kendati sudah memilki rating IP65, tetapi kasus beam kemasukan semut masih dijumpai. Bahkan saking parahnya sampai-sampai semut menjejali bagian terdalam dari sensor, yaitu diode infra red-nya. Kondisi inilah yang menyebabkan seringnya terjadi False Alarm.


Salah satu jalan masuk bagi semut adalah lubang masuk kabel. Inilah yang meninggalkan celah cukup lebar bagi semut. Padahal pabrik telah menyediakan karet penutup yang cukup ketat, sehingga peristiwa ini mestinya tidak terjadi.

Untuk pencegahannya:
1. Pastikan karet penutup untuk kabel masuk hanya ditusuk oleh obeng kecil, selebihnya biar didorong oleh kabel sendiri. Hal ini untuk memastikan agar karet penutup "menggigit" kabel dengan ketat.
2. Penggunaan lem kaca (aquarium), auto-sealant ataupun glue stick tidak efektif, kecuali hanya akan mengotori casing beam dan menyulitkan dalam membukanya nanti. Jadi, sebaiknya hindarilah hal ini.
3. Simpanlah potongan kapur barus (kamper) yang sudah terbungkus tissue atau kain lembut di bagian dalam beam. Ini sangat efektif selain untuk mencegah kelembaban.  Sebaiknya kamper dalam keadaan terbungkus. Boleh juga menyimpan potongan kapur anti semut.
4. Waspadai setiap ada  semut yang keluar masuk beam, sebab ini pertanda awal.
5. Jika perlu, goresi sekitar beam dengan kapur anti semut. Tetapi hal ini tergantung kondisi, apakah merusak estetika atau tidak. Menggores kapur di atas batu templek hitam jelas-jelas akan merusak pemandangan. Hindari  pula penggunakan grease (stempet), sebab selain tidak pernah direkomendasikan pabrik, pemakaian stempet hanya akan mengotori beam dan kabel.

Bagaimanakah jika sudah telanjur kemasukan semut?

1. Bukalah cover penutup beam, kemudian rebahkan di atas rumput dalam keadaan terjemur matahari. Biarkanlah beberapa saat sampai semut pergi  (dalam agama Islam, membunuh semut adalah perbuatan yang dilarang)
2. Taburi sedikit kopi atau serbuk kamper juga pada beamnya untuk mempercepat semut meninggalkan tempat.
3. Setelah semut tinggal sedikit dan ada beberapa semut yang mati (tanpa kita sengaja membunuhnya), bersihkanlah casing dengan kuas kering kemudian dilap. Mencuci penutup casing dengan air merupakan ide yang baik.
4. Setelah kering, letakkanlah kapur barus yang terbungkus di dalam Beam, lalu pasanglah kembali tutup casing-nya.
5. Jika melakukan sendiri, pastikanlah bagian optical beam tidak berubah dari posisi semula.


Jika dalam satu atau dua hari ke depan deteksi beam masih baik dan tidak terjadi False Alarm, maka itu pertanda koloni semut sudah tidak mengganggu lagi.


Pekerjaan ini memakan banyak waktu dan tidak setiap orang sempat melakukannya.  Jika demikian, anda bisa memanggil Teknisi Alarm untuk mengerjakannya seraya melakukan penyetelan ulang (realignment) pada semua beam yang ada. Selamat mencoba.