Selasa, 05 Januari 2010

Mengatasi Gangguan Alarm (False Alarm)



Apakah anda memasang sistem alarm di rumah? Pernahkah mengalami peristiwa tiba-tiba alarm berbunyi sendiri tanpa sebab yang jelas? Jika ya, maka inilah yang disebut dengan false alarm atau alarm palsu. 

False Alarm (alarm palsu) merupakan persoalan pelik, karena membawa dampak sosial yang serius. Bunyi sirine di tengah malam yang memecah kesunyian tentu saja membuat sebagian tetangga jadi terbangun. Jika memang terlihat ada pencuri, maka ini akan berguna untuk membuat efek jera si pencuri. Namun, apalah jadinya apabila ternyata tidak ada orang sama sekali yang melanggar sensor anda? Tentunya ini menjengkelkan, bukan?! 

Seperti diketahui, false alarm adalah gangguan alarm yang disebabkan oleh faktor teknis. Tips berikut semoga berguna bagi anda yang telah memasang sistem alarm canggih, namun kerap dihadapkan pada persoalan bunyi sendiri di malam hari.

1. Jangan memasang indoor PIR di luar

Hampir semua kasus false alarm berawal dari kesalahan dalam menempatkan sensor. Salah satunya adalah penempatan sensor PIR (Passive Infra Red). Perlu diketahui, bahwa sensor PIR ini ada dua jenis, yaitu tipe indoor untuk melindungi ruangan dan tipe outdoor untuk melindungi halaman. Nah, jika peruntukkan indoor lantas dipasang di outdoor (karena jenis indoor jauh lebih murah), maka resiko false alarm akan terjadi. Pastikanlah untuk pemasangan di luar, PIR anda adalah dari jenis outdoor, bukan indoor.


2. Perhatikanlah lintasan sensor beam 
Jika anda memasang sensor dari jenis photoelectric beam -baik di atas pagar ataupun di halaman- perhatikanlah agar berkas sinarnya selalu bebas dari objek yang menghalangi, seperti dedaunan, tumpukan perabotan, kursi di teras depan, jemuran pakaian dan sebagainya. Semua ini merupakan penyebab false alarm. Kemudian pangkaslah secara berkala daun yang tumbuh dan melambai-lambai di sepanjang lintasan beam. Pastikanlah jarak beam tidak melebihi dari spesifikasi pabrik dan teknisi anda telah melakukan setting dengan benar.


3. Periksalah sensor dari gangguan semut dan serangga
Setelah bertahun-tahun dipasang, sensor dapat menjadi sarang semut atau serangga kecil lainnya. Bagian dalamnya yang hangat menyebabkan sensor menjadi rumah yang menyenangkan bagi semut. Sensor yang terkena semut dapat ditandai dengan adanya beberapa ekor semut yang melintas keluar masuk. Bersihkanlah sensor di luar secara rutin dengan membuka dulu casing-nya. Apabila tidak bisa melakukannya sendiri, mintalah bantuan teknisi.


4. Periksalah lintasan kabel
Jika menggunakan sistem kabel, adakalanya jalur kabel sensor berada di luar rumah. Satu saat kabel ini bisa terkelupas, sambungannya terlepas atau berkarat, sehingga menimbulkan false alarm. Mintalah teknisi untuk memperbaiki sambungan kabel seperti ini. Ini merupakan pekerjaan teknisi. Oleh karena itu pastikanlah kembali pada penjual apakah ini termasuk ke dalam garansi servis gratis ataukah tidak.


5. Perhatikan sumber listrik panel alarm 
Sedapat mungkin pisahkanlah sumber listrik untuk panel alarm dengan peralatan yang memerlukan arus start besar, seperti: pompa air, mesin cuci, kulkas, dispenser dan mesin-mesin lainnya yang berakibat melonjaknya beban. Percaya atau tidak, adakalanya lonjakan beban dari peralatan ini dapat menyebabkan sirine berbunyi secara tiba-tiba!


6. Pertimbangkan untuk menggunakan stabilizer
Jika voltase listrik di rumah anda tergolong buruk (naik-turun), maka pertimbangkanlah untuk membeli stabilizer untuk panel alarm anda. Pilihlah yang berkualitas baik, yaitu dari jenis auto-transformer (yang memakai motor, bukan relay) dengan kapasitas sekitar 250VA.


7.Aturlah kembali arah sensor PIR apakah "melihat" objek yang berpotensi false alarm
Beberapa diantara objek yang berpotensi mengundang false alarm adalah:
Area outdoor : goyangan daun, gerakan di luar pagar, kolam, kolam renang, dan sebagainya. Area indoor : oven dapur, AC, tungku api, display yang bergelantungan, dan sebagainya. Pastikanlah sensor PIR tidak mengarah pada objek-objek tersebut.


8. Jika ada, manfaatkanlah feature cross zone (double knock)
Pada beberapa tipe panel feature ini bisa diaplikasikan pada sensor PIR, baik outdoor ataupun indoor. Saat ada deteksi yang pertama, panel belum menyatakan alarm sampai ada deteksi berikutnya dalam selang waktu tertentu. Selang waktu antara deteksi pertama dan kedua disebut cross zone timer atau double knock timer. Waktunya biasa diset default pada kisaran 30 detik. Jadi, apabila tidak ada deteksi yang kedua dalam waktu 30 detikmaka panel tidak akan alarm. Namun perlu diwaspadai, jangan menggunakan feature ini pada sensor selain PIR!


9. Tangani persoalan ini satu demi satu
Jika false alarm terjadi di beberapa zone, tanganilah dulu satu zone hingga ditemukan penyebabnya. Jika keadaan aman, anda boleh membypass dulu zone lainnya guna memastikan false alarm memang berasal dari zone itu.


10. Bacalah manual sensor dengan teliti
Luangkanlah waktu untuk membaca sedikit petunjuk instalasi sensor, karena boleh jadi anda sendirilah yang justru menemukan solusinya di sana. Ketinggian pemasangan sensor PIR biasanya dilewatkan begitu saja oleh teknisi, padahal ini penting. Ikutilah petunjuk dari pabrik yang merekomendasikan ketinggian PIR antara 2.4m hingga 2.5m dari lantai. Pasanglah secara tegak lurus (tidak menunduk). Mintalah teknisi agar mengikuti petunjuk ini. Tidak ada salahnya jika anda meminta mereka agar menggunakan meteran untuk lebih memastikan lagi ketinggiannya.


11. Bersikaplah kooperatif dengan teknisi
Ini adalah persoalan sulit, karena berkaitan dengan karakter pribadi anda sendiri. Sikap yang temperamental akan mengganggu ketenangan teknisi dalam menangani false alarm. Sedapat mungkin tunjukkanlah bahwasanya anda tidak menyalahkan mereka. Cobalah bertanya kepada mereka seberapa seringkah mereka berhadapan dengan persoalan seperti ini dan bagaimana cara mengatasinya. Dari jawaban mereka, anda bisa menarik kesimpulan mengenai seberapa serius dan profesionalkah mereka, sehingga andapun bisa memutuskan apakah akan terus menggunakan perusahaan mereka atau tidak.

Demikianlah sekadar tips dari kami. Sistem alarm merupakan salah satu cara pengamanan asset. Sudah sepantasnyalah apabila sistem ini mesti bekerja sesuai dengan biaya yang kita keluarkan. Semoga bermanfaat!