Minggu, 24 Januari 2010

Fire Alarm (Bagian 2)

Disclaimer
Uraian ini dan uraian sambungannya hanya dimaksudkan untuk pengenalan saja, tidak boleh dijadikan referensi pelaksanaan proyek. Untuk proyek harap berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Konsultan dan atau otoritas setempat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sistem Addressable kebanyakan digunakan untuk instalasi fire alarm di gedung bertingkat, semisal hotel, perkantoran, mall dan sejenisnya.  Perbedaan paling mendasar dengan sistem konvensional adalah dalam hal address (alamat). Pada sistem ini setiap detector memiliki alamat sendiri-sendiri untuk menyatakan identitas ID dirinya.  Jadi titik kebakaran sudah diketahui dengan pasti, karena panel bisa menginformasikan deteksi berasal dari detector yang mana. Sedangkan sistem konvensional hanya menginformasikan  deteksi berasal dari Zone atau Loop, tanpa bisa memastikan detector mana yang mendeteksi, sebab  1 Loop atau Zone bisa terdiri dari 5 bahkan 10 detector, bahkan terkadang lebih.  

Agar bisa menginformasikan alamat ID, maka di sini diperlukan sebuah detector dari jenis addressable (misalnya adressable heat atau smoke detector) atau sebuah module yang disebut dengan control module. Jika seluruhnya memakai addressable detector, maka sistem ini dikatakan sebagai full adressable. Namun, apabila detector konvensional akan dijadikan addressable, maka dia harus dihubungkan dulu ke control module seperti gambar di bawah ini. Beberapa detector konvensional bisa dihubungkan ke dalam satu module, tetapi sistemnya bukan full addressable lagi, tetapi semi addressable.


Control Module

Dengan teknik rotary switch ataupun DIP switch, alamat module detector dapat ditentukan secara berurutan, misalnya dari 001 sampai dengan 250.


Rotary Switch                 DIP Switch

Satu hal yang menyebabkan sistem addressable ini kurang mendominasi jika dibandingkan dengan sistem konvensional adalah masalah harga. Lebih-lebih jika menerapkan full addressable dimana semua detectornya memakai tipe addressable. Maka secara keseluruhan cost-nya lumayan mahal. Sebagai "jalan tengah" ditempuh cara semi-addressable, yaitu panel dan jaringannya tetap menggunakan addressable, sementara satu module melayani beberapa detector konvensional.

Pada panel addressable tidak terdapat terminal Zone (L1, L2..dan seterusnya), melainkan terminal S+ dan S- (loop). Pada merk dan tipe tertentu, satu loop bisa menampung sampai dengan 250 module. Apa artinya?  Artinya, jumlah detector-nya bisa mencapai 250 alias 250 titik full addressable hanya dalam satu tarikan saja.  Jadi, panel addressable yang berkapasitas 1-loop sudah bisa menampung 250 detector, identik dengan 250 zone pada sistem konvensional. Dengan kata lain, jenis panel addressable 2-loop bisa menampung 2 x 250 module atau setara dengan 500 zone dan seterusnya.