Kamis, 28 Januari 2010

Fire Alarm (Bagian 6)

Disclaimer
Uraian ini dan uraian sambungannya hanya dimaksudkan untuk pengenalan saja, tidak boleh dijadikan referensi pelaksanaan proyek. Untuk proyek harap berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Konsultan dan atau otoritas setempat.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Adapun "tiga serangkai" dalam sistem Fire Alarm terdiri dari: 
1. Manual Call Point.
2. Indicator Lamp.
3. Fire Bell.

Disebut tiga serangkai, karena ketiganya biasa dipasang berjajar dari atas ke bawah ataupun ditempatkan dalam satu plat metal yang berada tepat di atas lemari hidran (selang pemadam api).



1. Manual Call Point (MCP)
Fungsi alat ini adalah untuk mengaktifkan sirine tanda kebakaran (Fire Bell) secara manual dengan cara memecahkan kaca atau plastik transparan di bagian tengahnya. Oleh sebab itu istilah lain untuk alat ini adalah Emergency Break Glass.  Di dalamnya hanya berupa saklar biasa yang berupa microswitch atau tombol tekan.  Saat cover bagian tengahnya dipecahkan, maka saklar akan bekerja. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah soal lokasi penempatannya. Penempatan terbaik adalah pada lokasi yang: 

-sering terlihat oleh banyak orang,
-terlewati oleh orang saat berlarian ke luar bangunan, 
-mudah dijangkau.

Untuk menguji fungsi alat ini, kita tidak perlu dengan memecahkan kaca, karena sudah tersedia tongkat atau kunci khusus, sehingga saklar bisa tertekan tanpa harus memecahkan kaca. Kaca yang telanjur retak atau pecah bisa diganti dengan yang baru.

Pada beberapa tipe ada yang dilengkapi dengan fungsi intercom (TEL). Petugas penguji dapat melakukan komunikasi dengan penjaga di Panel Control Room dengan memasukkan handset telepon ke dalam jack pada MCP. Seketika itu juga telepon di panel akan aktif, sehingga kedua orang ini bisa saling berkomunikasi.


2. Fire Bell
Fire Bell akan membunyikan bunyi alarm kebakaran yang khas. Suaranya cukup nyaring dalam jarak relatif jauh. Oleh karena tegangan output yang keluar dari dari panel Fire Alarm adalah 24VDC - 30VDC, maka jenis Fire Bell 24VDC-lah yang banyak dipakai saat ini. Tetapi ada juga fire bell yang 12VDC, sehingga bisa dipakai pada panel alarm 12V. Perlu diperhatikan dalam pemasangan Fire Bell ini, yaitu pada tipe Gong, yaitu kedudukan piringan bell terhadap batang pemukul piringan jangan sampai salah. Jika tidak pas, maka bunyi bell menjadi tidak nyaring. Aturlah kembali dudukannya dengan cermat sampai bunyi bel terdengar paling nyaring.


3. Indicator Lamp
Indicator lamp adalah lampu yang menunjukkan adanya power pada panel, trouble atau kebakaran.  Di dalamnya hanya berupa lampu bohlam (bulb) berdaya 30V/2W atau memakai lampu LED yang berarus rendah. Oleh karena itu, dalam sistem yang normal lampu ini menyala (On). Sebaliknya apabila lampu mati, ya tentu saja ada trouble pada power. Pada beberapa merk, indikasi kebakaran dinyatakan dengan lampu indikator yang berkedip-kedip.