Sabtu, 23 Januari 2010

Fire Alarm (Bagian 1)


Disclaimer
Uraian ini dan uraian sambungannya hanya dimaksudkan untuk pengenalan saja, tidak boleh dijadikan referensi pelaksanaan proyek. Untuk proyek harap berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Konsultan dan atau otoritas setempat.


Selama ini Fire Alarm dikenal memiliki 2 (dua) sistem, yaitu:

1. Sistem Konvensional
2. Sistem Addressable


Sistem Konvensional:  yaitu sistem yang bekerjanya berdasarkan kontak biasa. Sistem ini menggunakan kabel isi dua untuk semua jenis detectornya. Kabel yang dipakai umumnya kabel listrik NYM 2x1.5mm atau NYMHY 2x1.5mm (kecuali dinyatakan lain oleh konsultan). Kabel di dalam pipa conduit semisal EGA atau Clipsal. Pada instalasi yang cukup kritis kerap dipakai kabel tahan api (FRC=Fire Resistance Cable) dengan berbagai ukuran, misalnya 2x0.75mm atau  2x1.5mm, khususnya  untuk kabel yang menuju panel fire alarm atau ke sumber listrik 220V. Oleh karena umumnya memakai kabel isi dua, maka pada fire alarm konvensional dikenal pula istilah 2-wire




Pada sistem 2-wire nama terminal pada detectornya adalah L (+) dan Lc (-). Kabel ini dihubungkan dengan panel fire alarm pada terminal yang berlabel L dan C juga. Tergantung dari jumlah Loop-nya, maka pada terminal fire alarm sering ditulis L1, L2, L3 dan seterusnya. Hubungan antar detector satu dengan lainnya dilakukan secara paralel dengan syarat tidak boleh bercabang. Artinya harus ada titik awal dan ada titik akhir. Perhatikan gambar di atas.  


Titik akhir tarikan kabel disebut dengan istilah End-of-Line (EOL). Di titik inilah detector fire terakhir dipasang dan di sini pulalah satu loop dinyatakan berakhir (stop). Pada detector terakhir ini dipasang satu buah EOL Resistor atau EOL Capacitor (pada merk tertentu). Jadi yang benar adalah EOL Resistor ini dipasang di ujung loop, bukan di dalam Control Panel. Jumlahnyapun hanya satu EOL pada setiap loop.  Oleh sebab itu bisa dikatakan, bahwa 1 Loop = 1 Zone yang "ditutup" oleh resistor End of Line (EOL resistor).


Sekilas Mengenai Fungsi EOL Resistor
Fungsi EOL resistor adalah sebagai penyalur atau pembaca sinyal supervisi. Seperti diketahui, semua sistem alarm bekerja berdasarkan ada tidaknya sinyal supervisi dalam satu loop. Loop sendiri diartikan sebagai satu lintasan listrik dimana di sana ada satu titik berangkat dan satu titik akhir (tujuan). Perhatikanlah gambar di bawah ini:



Katakanlah titik awal adalah A dan titik akhirnya adalah B. Dalam dasar-dasar rangkaian listrik (hukum Ohm) diketahui, bahwa arus listrik akan mengalir dalam satu loop tertutup yang dalam hal ini dari A ke B. Karakteristik loop sendiri akan menentukan kondisi fire alarm. Pada kondisi loop Normal (artinya kabel tidak putus dan detector tidak ada yang dilepas), maka resistor EOL ini akan "terbaca" oleh panel control. Hal itu dikarenakan tegangan pada EOL resistor tidak lain adalah tegangan A - B itu sendiri, bukan? Berbeda dengan kondisi kedua, dimana di sana terdapat kabel yang putus. Maka, dalam kondisi ini loop akan dikatakan terbuka (Open). Oleh karena terbuka, maka tegangan A-B akan hilang alias nol. Kondisi ini oleh panel control diterjemahkan sebagai Trouble yang secara periodik membunyikan buzzer pada panel.  Sedangkan kondisi terakhir disebut loop Short, yaitu disebabkan oleh adanya detector yang mendeteksi gejala kebakaran, misalnya panas dan asap. Pada kondisi ini, panel alarm akan menyatakan sebagai Fire dan bell di setiap lantai pun akan berbunyi.

Sekitar Penggunaan Istilah
Adapun mengenai penggunaan istilah konvensional, maka istilah  ini adalah untuk membedakannya dengan sistem Addressable. Pada sistem konvensional, setiap detectornya hanya berupa kontak listrik biasa (bukan data yang mengirimkan ID khusus).

Selain 2-wire dikenal pula tipe 3-wire seperti terlihat pada Gambar di bawah ini.

3-wire type digunakan apabila dikehendaki agar satu atau beberapa  detector memiliki output masing-masing yang berupa lampu indikator deteksi. Contoh aplikasinya, misalkan untuk mengidentifikasi kamar-kamar hotel, rumah sakit, ruangan panel, ruangan genset dan lainnya. Sebuah lampu indicator -yang disebut Remote Indicating Lamp- dipasang tepat di atas pintu bagian luar setiap kamar dan akan menyala pada saat detector di ruangan itu mendeteksi.   Dengan begitu, maka lokasi deteksi (baca: kebakaran) dapat diketahui dengan pasti oleh orang yang berada di luar ruangan melalui nyala lampu.  Adapun wiring diagram serta bentuk lampu indicatornya adalah seperti ini:

   

Sedangkan terakhir adalah jenis 4-wire type yang digunakan pada kebanyakan smoke detector 12V agar bisa dihubungkan dengan panel alarm rumah. Seperti diketahui panel alarm rumah menggunakan sumber 12VDC untuk menyuplai tegangan ke sensor dimana salah satunya bisa berupa smoke detector. Jika demikian, maka digunakanlah tipe smoke yang 4-wire ini.  Di sini, dua kabel dipakai sebagai supply +12V dan -12V, sedangkan dua kabel lagi adalah relay NO (normally open) dan C (common) yang dihubungkan dengan terminal ZONE dan COM pada panel alarm. Biasanya detector 4-wire ini memiliki rentang tegangan antara 12VDC sampai dengan 24VDC. Adapun diagram dasarnya adalah seperti yang terlihat di bawah ini:

                               

Catatan:
Dalam prakteknya, istilah 2-wire dan 4-wire lebih banyak dipakai untuk membedakan jenis smoke detector. Namun secara umum, wiring diagram sistem fire alarm konvensional adalah seperti yang telah diuraikan di atas.