Sabtu, 13 Februari 2010

Alarm Rumah (Bagian 2)

Pengertian Zone atau Area
Dalam sistem alarm sering terdengar istilah zone. Selain itu ada pula istilah area, partisi dan lainnya.  Zone menyatakan kapasitas dari satu sistem alarm (tepatnya panel control alarm), misalnya panel 4 Zone, 6 Zone, 8 Zone dan seterusnya. Sedangkan Area lebih menyatakan pada bagian dari rumah atau bangunan yang dilindungi oleh sensor. Sekilas pengertian area dan zone ini hampir mirip, namun dalam bahasan selanjutnya, perbedaan dari keduanya akan semakin jelas. 

Jika kita bagi ke dalam A, B dan C, maka satu bangunan akan memiliki salah satu atau semua area-area di bawah ini, yaitu :


Area A : pagar
Area B : halaman, pintu dan jendela
Area C : ruangan/interior



Nah, menurut kaidah security, idealnya semua area ini dilindungi,  sehingga syarat Aman (Secure) bisa dipenuhi. Hanya saja faktor budget pun patut mendapat pertimbangan. Proteksi total seperti ini memakan biaya besar dan terkesan over protected. Oleh sebab itu, sebagian customer hanya memprioritaskan proteksi di salah satu area saja, misalnya di area C (interior). Ada pula yang hanya memasang sensor di pintu dan jendelanya saja, karena dari sisi budget dinilai paling ekonomis. Pendek kata, desain alarm akan berbeda-beda pada setiap tempat.

Baiklah, sekarang mari kita mengenali jenis sensor atau detector untuk masing-masing area A, B dan C di atas.

Jenis Sensor untuk Area A 

Pagar adalah daerah yang pertama kali dilewati oleh pencuri, sehingga untuk melindunginya diperlukan sensor yang namanya infra red beam atau photoelectric sensor. Sensor ini terdiri dari bagian transmitter (pemancar) dan receiver (penerima), sehingga akan selalu berpasangan. Bagian transmitter memancarkan sinar infra merah yang tidak terlihat oleh mata telanjang dan diterima oleh bagian receiver. Sinar ini membentang menyerupai garis polisi (police line). Jika pencuri memotong sinar ini, maka akan terjadi alarm.

Ketinggian pemasangan yang disarankan adalah 0.4m di atas tembok benteng atau 0.75m di atas permukaan lantai teras yang dekat dengan pintu dan atau jendela. Alasannya adalah jika terlalu rendah, dikhawatirkan akan terjadi False Alarm oleh hewan peliharaan seperti kucing, anjing ataupun kelinci yang melintasi sinar. Namun jika terlalu tinggi, maka akan mudah diterobos dari bawah. Keterbatasan sensor ini adalah memerlukan area yang lurus, sehingga untuk melindungi bidang berbentuk letter U diperlukan tiga pasang (misalnya pada pemasangan di atas tembok halaman belakang). Selain itu, pemasangan di daerah pepohonan yang rimbun biasanya mengundang semut

Parameter beam yang terpenting adalah soal jarak. Tergantung dari merk dan tipenya, sensor ini ada yang memiliki jarak proteksi mulai dari 15m, 20m, 30m, 40m, 100m, bahkan hingga 200m. Hal lain yang bagus untuk diketahui adalah soal jumlah sinarnya. Ada yang disebut single beam, double beam, triple beam dan quad beam seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Kami merasa tidak berkompeten menjelaskan mana diantara semua itu yang paling bagus. Sepanjang kami ketahui, hal itu hanyalah untuk mengurangi resiko false alarm saja. Pengertiannya adalah : semakin banyak jumlah sinar, maka resiko kemungkinan false alarmnya makin kecil, bahkan tidak ada.


Jumlah berkas sinar berbagai tipe infra red beam

Mitos seputar beam adalah seperti yang terlihat dalam film-film fiksi ala Hollywood. Dengan menaburkan serbuk (semisal tepung atau bedak), maka cahaya infrared-nya akan nampak jelas. Benarkah demikian? Jawabannya -sepanjang yang kami ketahui- adalah tidak. Demikian pula apabila sensor ini "diakali" dengan menyorotkan sinar lampu atau sinar lainnya, maka tidak serta merta ia menjadi lumpuh. Hal ini disebabkan sinar beam bersifat pulsatif (berkedip dalam frekuensi tertentu), sehingga apabila mau diakali, kita perlu membuat sinar dengan kedipan yang sama. Tentunya hal ini sangat sulit, walaupun tidak mustahil. Sepanjang pemasangannya benar, beam termasuk sensor yang sangat handal. 

Selain bentuk di atas, ada pula jenis reflective beam, yaitu bagian penerimanya hanya berupa cermin khusus. Oleh karena hanya cermin, maka bagian ini tidak memerlukan tegangan listrik. Umumnya beam jenis ini memiliki jarak yang relatif pendek (10m - 15m). Walaupun harganya "lebih ekonomis", beam ini cukup efektif jika dipasang di dalam ruangan guna melindungi jendela ataupun pintu, bahkan untuk melindungi gudang. 

Reflective beam sensor