Sabtu, 13 Februari 2010

Alarm Rumah (Bagian 1)


Pengantar
Sistem alarm rumah atau dikenal dengan residential alarm system adalah sistem untuk memberikan peringatan akan adanya bahaya pencurian ataupun kebakaran.  Walaupun sampai saat ini jumlah pemakainya masih terbatas, tetapi perkembangan teknologinya tetap menarik untuk dicermati. Prospek bisnisnyapun masih menjanjikan untuk tahun-tahun ke depan. Saat ini alarm rumah bukan hanya sekadar bunyi raungan sirine yang membosankan. Juga bukan sekadar stiker decal bertuliskan "Protected by" yang biasa ditempel di pagar-pagar atau pintu rumah. Ternyata lebih daripada itu. Perkembangan teknologi alarm tidak kalah hebat dengan perangkat elektronika lainnya. Beberapa produk alarm merk ternama, bahkan ada yang sudah menerapkan teknologi Internet Protocol (IP) di dalam sistemnya, sehingga kini alarm rumah bisa dikendalikan dari mana saja melalui internet. Penggabungan alarm dengan sistem CCTV akan menghasilkan sistem peringatan dan pengawasan yang ideal, seperti banyak diterapkan di area-area vital di berbagai negeri, termasuk negeri ini tentunya.

Namun, judul kita kali ini bukan menjelaskan soal perkembangan itu dulu, melainkan akan dimulai dari pengetahuan dasar  (knowledge base) dari sistem alarm itu sendiri. Sekalipun di internet banyak bertebaran situs yang menjelaskan hal ini sampai detail, namun tidak ada salahnya jika kita mulai lagi dari hal-hal sederhana. Bagaimana? Setuju? Baiklah kalau begitu, kita mulai saja!


Sistem alarm rumah terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu:
1. Sensor
2. Panel
3. Keypad
4. Sirene dan atau lampu strobo


Oleh karena keseluruhannya merupakan suatu sistem, maka keempat komponen ini tidak bisa dihilangkan salah satunya. Dengan kata lain, kita tidak bisa memasang alarm tanpa keypad, karena keypad merupakan bagian dari sistem tersebut. Juga tidak bisa memasang alarm tanpa panel, karena panel merupakan bagian inti dari sistem ini. Bukan sistem alarm namanya  apabila tidak ada siren atau output lainnya. Demikian seterusnya.

Selain bagian inti di atas, ada juga yang disebut dengan accessories. Sesuai dengan namanya, maka accessories ini boleh ada boleh juga tidak, karena tidak berhubungan langsung dengan bekerja atau tidaknya sistem tersebut. Beberapa yang termasuk accessories alarm diantaranya: remote control, voice dialer, sms sender dan sebagainya. 


Adapun alarm rumah yang baik setidaknya harus memenuhi 3 (tiga) kriteria, yaitu:
1. Aman       (Secure)
2. Nyaman (Comfort)
3. Mudah    (Easy)


Aman dalam arti bahwa tempat tinggal tersebut benar-benar terproteksi dari penyusup (intruder) pada semua area dan sistemnya sendiri mustahil disabotase. Sedangkan nyaman mengandung pengertian bahwa penghuninya bisa bebas bergerak di dalam rumah, tanpa khawatir melanggar sensor sendiri. Mudah artinya sistem ini mudah untuk dioperasikan, tanpa prosedur yang ruwet. Bila mungkin cukup dengan satu atau dua sentuhan saja pada keypad. 


Adapun faktor teknis lain yang tidak kalah penting adalah sistem ini harus durable, yaitu tahan dipakai selama bertahun-tahun, tanpa kerusakan berarti. Hal ini berkaitan dengan kualitas dari komponen elektronik yang digunakan, haruslah dari jenis high-grade. Oleh sebab itulah mengapa alarm-alarm "rakitan sendiri" jarang ada yang bisa memenuhi syarat ini, karena komponennya kebanyakan memiliki grade yang biasa. Hal ini jelas berbeda dengan alarm buatan pabrik yang menerapkan standar mutu dalam perakitannya.