Rabu, 17 Februari 2010

Alarm Rumah (Bagian 4)

Jenis Sensor untuk Pintu & Jendela


Setelah pencuri (berhasil) melompati pagar dan berjalan melalui halaman, maka target selanjutnya sudah barang tentu adalah pintu atau jendela. Di sini gerakan pencuri agak tertahan, karena ia perlu mendobrak atau mencongkel pintu jendela terlebih dahulu. Ada beberapa Sensor yang cocok untuk keperluan ini, yaitu:

1. Door Contact 

Dibanding sensor lainnya, door contact atau magnetic contact (MC) adalah sensor yang paling "ekonomis", namun sangat handal. Sensor ini terdiri dari dua bagian yang berpasangan,  masing-masing dinamakan bagian magnet dan bagian switch. Bagian magnet adalah yang menempel pada daun pintu atau jendela. Sedangkan bagian switch adalah yang ada kabelnya dan dipasang di kusen. Jika pintu atau jendela dibuka, maka switch-pun akan terbuka (open) dan terjadilah alarm. Sederhana, bukan? 

Sesuai dengan bentuknya, sensor ini memiliki beberapa jenis, diantaranya:

Surface Mount, yaitu jenis MC yang dipasang langsung pada daun pintu dan kusen, sehingga terlihat kasat mata. Maksudnya, jika kita berada di dalam ruangan, sensor ini dapat terlihat. Namun, jika kita berdiri di luar tentunya sensor ini tidak tampak.

Recessed Mount, yaitu jenis MC yang pemasangannya ditanam di dalam kusen dan daun pintu, sehingga tidak tampak sama sekali, baik dari dalam apalgi dari luar.





Sedangkan apabila ditinjau dari bahan pembuatnya, maka ada jenis MC yang terbuat dari metal alloy (logam campuran). MC ini disebut juga MC heavy duty yang bisa dipasang pada pintu-pintu "berat" terbuat dari besi, seperti pintu garasi (henderson), pintu gudang di pabrik, pintu teralis, mesin ATM, heavy door ataupun rolling door. Pemasangan bisa dilakukan pada bagian bawah ataupun di atas dari pintu. Jika dipasang di bawah lantai, maka bagian switch bisa langsung disekrup ke lantai dengan bantuan fischer S6. Tentu saja setelah lantai dibor terlebih dulu .

2. Vibration / Shock Sensor

Sensor jenis ini bisa mendeteksi adanya getaran pintu atau kaca jendela saat dipukul dengan keras. Di dalamnya terdapat sejenis bandul yang kepekaannya bisa diatur sesuai dengan kerasnya pukulan. Sensor ini bisa dipasang langsung pada pintu atau kaca dengan bantuan double-tape (isolasi bolak-balik) yang berkualitas baik. Biasanya double tape ini sudah disediakan oleh pabriknya, sehingga kita tinggal menempelkan sensor pada bidang proteksi. Luas cakupan mencapai hingga 4 m persegi. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi adalah sebaiknya sensor ini tidak distel-stel lagi kepekaannya, karena stelan dari pabriknya sudah pas untuk kebanyakan aplikasi. Sensor ini memiliki response time yang sangat cepat, sehingga panel harus diprogram pada kecepatan di bawah 50mS. Dengan kata lain, pilihan fast loop response zone pada panel harus dibuat enable. Jika tidak, maka panel tidak bisa merespon kecepatan sensor vibration ini samasekali!

Sensor Vibration ini ada dua tipe, yaitu tipe pasif dan tipe aktif. Tipe pasif tidak memerlukan tegangan listrik, sehingga bekerjanya benar-benar mekanik. Sedangkan tipe aktif memerlukan tegangan 12VDC. Tegangan ini bisa diambil dari terminal Auxiliary pada panel alarm itu sendiri. Pada vibration jenis aktif terdapat rangkaian diskriminator elektronik di dalamnya.  Rangkaian ini akan menganalisa dengan cermat berapa kerasnya pukulan serta karakteristik khas lainnya. Dengan demikian resiko False Alarm pun bisa diperkecil. Contoh vibration tipe aktif adalah Shockgard SS-101 atau SS-102 keluaran DSC seperti tampak pada gambar di bawah ini.