Jumat, 05 Maret 2010

Perlunya Hard Disk Calculator



Seperti diketahui lamanya rekaman DVR ditentukan oleh besarnya kapasitas hard disk. Perhitungannya sendiri melibatkan variabel yang cukup banyak, sehingga kita tidak bisa menentukannya secara cepat. Artinya, kita tidak cukup hanya mengatakan: dengan hard disk sekian giga diperoleh rekaman sekian hari. Apa alasannya? Karena ada sejumlah variabel lain yang belum disertakan, misalnya: berapa banyak camera yang digunakan, apa jenis kompresinya, apa quality yang dipilih dan sebagainya. Nah, untuk memastikannya kita memerlukan alat bantu (utility) yang disebut dengan hard disk calculator (HD Calculator).

Utility ini sangat berguna, tetapi terkadang luput dari perencanaan. Ambil saja contoh ketika ada permintaan rekaman selama 1 bulan penuh, maka hal pertama kali yang perlu dicermati adalah menghitung kebutuhan hard disk. Tidak setiap merk DVR menyertakan utility ini di dalam menu setupnya. Namun, untungnya hal ini bisa dilakukan dengan cukup mudah, karena banyak situs di internet yang menyediakan utility ini, dua diantaranya adalah:


http://www.lstcctv.net/WrapperPages/HDCalc.html
http://www.dvrsystems.net/calc.html


Setelah memasukkan parameter yang diperlukan, maka dalam sekejap besarnya hard disk bisa terlihat. Satu hal yang ingin kami sampaikan di sini adalah:  sebenarnya kita tidak selalu memerlukan rekaman yang real time sebesar 25fps, karena sangat memboroskan hard disk. Rekaman antara 3 - 5 fps pun sebenarnya sudah cukup pada kebanyakan aplikasi dan kita tidak akan kehilangan momen. Ingat, ini adalah per detik! Silakan rujuk kembali uraian kami mengenai hal ini


Bagaimana Menggunakan Calculator Ini?
Calculator ini akan langsung memberikan hasil setiap kali kita mengganti nilai-nilainya. Hanya semudah itu. Sebagai referensi disertakan juga teknologi kompresi  lainnya, yaitu : MPEG-4, MPEG-2 dan MJPEG kendati jarang dipakai.

Tips
1.   PAL dan NTSC adalah standard video yang paling banyak digunakan saat ini. PAL kebanyakan digunakan di Eropa, Timur Tengah dan Africa. PAL memiliki max. 25 IPS (Images per Second). Sedangkan NTSC adalah standar yang banyak digunakan di Amerika Utara, Jepang, sebagian besar Asia dan Australia. NTSC memiliki max. 30 IPS.
2.   Dalam keadaan biasa, 4 sampai 6 image per second sudah cukup untuk pengamatan  normal. Real time recording (25 IPS untuk PAL and 30 IPS untuk NTSC) kebanyakan hanya digunakan di  bank-bank, kantor pemerintahan dan untuk keperluan alarm recording.
3.   Jika motion detection digunakan sebagai pengganti continuous recording, maka storage yang diperlukan akan turun secara drastis.
4.   Resolusi atau image size yang paling banyak digunakan adalah CIF.


Contoh:
Sebuah toko kecil merekam 4 camera pada quality high. Toko ini buka selama 12 jam per hari. Mode recording motion detection diaktifkan, sehingga diperkirakan 50%-nya adalah motion recording, yaitu selama toko buka atau 6 jam per hari. Rekaman yang dikehendaki adalah 1 bulan. Toko buka 6 hari dalam seminggu, jadi hanya perlu perekaman sekitar 25 hari saja. Maka diperoleh hasil:


1.     Video System: PAL
2.     Compression Type H264
3.     Resolution: CIF
4.     Quality: High
5.     Number of Camera: 4
6.     Frame Rate: 6 IPS
7.     Recording per day: 6 Hours
8.     Required storage: 25 days
9.     Hard Disk: 40,05 GB  (hard disk terdekat adalah 80GB)
10.   Bandwidth/camera: 130 Kbs


Sebuah bank yang merekam 4 camera selama 1 bulan pada 25fps diperoleh hasil:                                                                             
1.     Video System: PAL
2.     Compression Type H264  
3.     Resolution: CIF
4.     Quality: Medium (Normal)
5.     Number of Camera: 4
6.     Frame Rate: 25 IPS
7.     Recording per day: 24 Hours
8.     Required storage: 30 days
9.     Hard Disk: 409.35 GB  (hard disk terdekat adalah 500 GB)
10.   Bandwidth/camera: 331.20 KB