Kamis, 06 Mei 2010

Memahami DNS dan Gateway

Mungkin judul di atas terasa aneh, karena biasanya dalam tutorial tentang internet rasanya masing-masing topik dijelaskan secara terpisah (parsial). Kami tidak mengetahui persis apakah topik ini pas atau tidak, namun dari sisi Alarm dan CCTV, konsep inilah yang sebaiknya dimantapkan terlebih dulu (anda boleh setuju atau tidak). Mari kita mulai.

Domain Name=Phone Book
Kami meyakini hampir seratus persen, bahwasanya kita tidak pernah hafal atau menghafal satu per satu nomor ponsel kolega kita, kecuali satu dua orang saja. Apa sebab? Karena semuanya sudah tercantum di dalam phone book. Kita tinggal memilih nama, kemudian tekan call, maka nomor ponsel akan diputar oleh ponsel kita.

Demikian pula halnya dengan koneksi Internet. Kita lebih mengenal yahoo.com ketimbang 69.147.125.65 atau enakan mengingat google.com daripada harus menghafal 74.125.39.106, bukan? Atau situs yang lain misalnya detik.com, facebook.com, blogspot.com dan dotcom-dotcom lainnya.


Nah, yahoo.com, google.com, facebook.com, detik.com adalah nama domain (domain name) yang mengikuti sistem pengaturan tersendiri. Sistem pengaturan nama domain ini disebut Domain Name System (DNS). Dengan adanya sistem ini, maka alamat IP satu situs (berupa angka) bisa digantikan oleh nama domain. Contohnya 74.125.39.106 itu identik dengan google.com. Singkatnya, manusia lebih mudah mengingat nama, sedangkan mesin bekerja berdasarkan angka. Oleh sebab itu kita memerlukan mesin lain yang bisa mengubah nama ke dalam angka dan sebaliknya. Mesin atau layanan inilah yang dimaksud dengan DNS server. Sebagai mesin, tentunya DNS serverpun perlu punya alamat IP, bukan? Alamat DNS server inilah yang sering kita isi pada DVR. DNS server berfungsi sebagai phone book kita di internet. Jika phone book pada handphone kita berisi puluhan nomor ponsel kolega kita, maka satu DNS server bisa menerjemahkan ribuan bahkan mungkin jutaan nama domain menjadi alamat IP. Misalkan, kita mengetik www.yahoo.com, maka DNS server akan menerjemahkan ini sebagai 69.147.125.65 alias nomor mesinnya Yahoo! Proses ini persis seperti halnya kita memilih nama pada phonebook di ponsel kita. Perhatikan, setelah memilih nama dan menekan call, ponsel akan memutar angka, bukan nama. Dari sinilah kita mengetahui bahwa DNS server mutlak diperlukan untuk koneksi internet. Sekali lagi, DNS server mirip phonebook kita di Internet.


Di Internet terdapat banyak penyedia layanan DNS server, salah satunya yang terkenal adalah OpenDNS dengan alamat 208.67.222.222 dan 208.67.220.220. Alamat inilah yang dimasukkan ke dalam salah satu isian menu Network DVR agar DVR kita bisa tersambung dengan internet. Terus terang kami agak kesulitan dalam menganalogikan proses ini, tetapi diagram di bawah ini semoga tidak terlalu menyimpang dari apa yang dimaksud.




Gateway LAN = Tekan "9" pada PABX
Untuk berhubungan dengan dunia luar, baik extension pada PABX maupun komputer dalam jaringan LAN memerlukan apa yang disebut Gateway. Pada PABX, maka yang bertindak sebagai gateway adalah central PABX-nya sendiri, sedangkan pada jaringan LAN adalah ADSL modem. Untuk memperoleh outside line, maka umumnya satu extension harus menekan dulu angka 9, lalu terdengarlah nada sambung telkom. Baru setelah itu nomor telepon yang dituju bisa kita putar. Nah, angka 9 pada PABX ini bisa diumpamakan dengan alamat gateway pada jaringan LAN. Arti kata gateway sendiri adalah pintu gerbang, sehingga bisa diartikan juga sebagai jembatan penghubung antara jaringan LAN (local area network) dengan dunia luar (WAN, wide area network). Untuk mencapai satu situs, maka satu data harus melewati beberapa gateway seperti terlihat pada ilustrasi di atas. Gerbang pertama adalah ADSL Modem yang memiliki alamat IP 192.168.1.1. Oleh sebab itulah 192.168.1.1 ini dikatakan sebagai alamat gateway dan harus diisikan pada menu DVR. Untuk gateway-gateway selanjutnya bukan menjadi urusan kita lagi lagi, karena data sudah "dilepas" ke luar jaringan lokal. Bagaimana, cukup jelas bukan? Semoga demikian.