Selasa, 04 Mei 2010

Persamaan LAN dengan Sistem PABX (1)

Sekalipun dasar-dasar LAN sudah banyak dibahas di berbagai situs internet (dan di bangku kuliah tentunya), namun kali ini kami akan mencoba memakai sebuah persamaan (analogi) yang diharapkan mudah dicerna oleh setiap orang. Analogi yang dirasa paling pas dalam membahas seluk-beluk LAN ataupun Internet adalah sistem PABX yang sudah umum dikenal baik di perkantoran, pabrik, bahkan di rumah-rumah tinggal. Perhatikanlah ilustrasi berikut ini:





Analogi 1 : No.Extension PABX = LAN IP Address
Jika pada PABX dikenal istilah nomor extension, maka pada jaringan komputer lokal (LAN) dikenal istilah local IP address. Perbedaannya, jika nomor extension umunya memakai 101, 102, 103 dan seterusnya, maka LAN address ciri khasnya memakai awalan 192.168.xxx.xxx. Nilai xxx ini berawal dari 000 sampai dengan 255. Seperti pada contoh di atas, kami memakai contoh 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.5. Perlu pula diketahui, bahwa 192.168.1.1 adalah sama dengan 192.168.001.001, demikian pula halnya 192.168.002.001 sama dengan 192.168.2.1 dan seterusnya.

Aturan baku dari kedua sistem PABX dan LAN adalah: setiap device yang terhubung dengan central unit harus memiliki nomor sendiri. Pada sistem PABX nomor ini disebut nomor extension, sedangkan pada LAN dinamakan local IP Address.

Komunikasi lokal antar extension pada PABX sama dengan komunikasi lokal antar perangkat pada jaringan LAN. Seperti pada contoh di atas, maka laptop bisa mengakses IP Camera di alamat 192.168.1.3 dan DVR di alamat 192.168.1.2. Oleh karena ini adalah hubungan lokal, maka dalam hal ini baik PABX ataupun LAN tidak sedang berhubungan dengan "dunia luar", yaitu nomor telepon di tempat lain (untuk kasus PABX) ataupun akses internet dari tempat lain (untuk kasus LAN).

Analogi 2 : CO Line = WAN IP
Jika pada PABX dikenal istilah CO line (baca: si-o layn) alias nomor telepon dari PT.Telkom, maka pada jaringan dikenal istilah WAN IP Address atau Public IP Address. Perbedaannya: CO line ini memiliki nomor yang tetap (misalnya nomor telepon 022-4236310, 021-78325577 dan lainnya). Sedangkan WAN IP address bisa berubah-ubah dari sananya atau pada saat modem ADSL mati dan dihidupkan lagi. Seperti halnya extension PABX, maka WAN IP pun memiliki awalan yang tidak sama dengan local IP. Jika local IP di atas tadi berciri khas 192.168.xxx.xxx, maka WAN IP bisa berbentuk seperti ini 125.167.24.65 atau 110.136.130.107 dan kombinasi angka lainnya, bahkan bisa seperti ini 61.45.23.108! Satu hal yang menarik adalah, jika pada telepon kita harus tahu persis nomor lawan yang akan dihubungi (supaya tidak salah sambung tentunya!), namun pada jaringan internet seringkali kita malah tidak perlu mengetahui alamat WAN IP kita saat ini berapa. Mengapa demikian? Karena kebanyakan dari WAN IP ini bersifat dinamis (dynamic) alias bisa berubah, sehingga tidak mungkin ingat satu per satu (dan memang tidak perlu diingat).  Kebanyakan pelanggan internet telkom speedy tidak diberi WAN IP address yang tetap, seperti  halnya pelanggan telepon. Tetapi ada pula WAN IP yang sifatnya tetap (fixed), yaitu yang disewakan oleh penyedian layanan internet (ISP=internet service provider), termasuk PT.Telkom tentunya. WAN IP yang disewa ini  disebut leased line dan umumnya berharga mahal.

Analogi 3 : Central PABX = Network switch/Hub 
Jika pada PABX dikenal istilah central sekian line dan sekian extension (misalnya 3 line, 8 extension), maka pada jaringan namanya network switch sekian port (misalnya 8 port). Bedanya, pada central PABX sudah ditentukan nomor extension ini harus masuk ke slot ini, sedangkan pada network switch bebas tidak ada urutan, yang penting semua device tersambung ke unit ini.



Beberapa Pertanyaan Sekedar Memantapkan Pengetahuan Dasar
Adakalanya kita mengajukan pertanyaan pada diri sendiri yang tujuannya memantapkan pengetahuan dasar. Berikut ini beberapa pertanyaan yang berguna untuk memantapkan pengetahuan dasar tersebut.


Pertanyaan 1
Dapatkah satu alamat lokal "bentrok" dengan alamat lokal di lokasi lain? Katakanlah IP Laptop saya 192.168.1.2 dan di tempat lainpun ada juga yang memakai 192.168.1.2. Apakah keduanya bisa bentrok?


Jawab: Tidak mungkin!


Analogi: Sekalipun nomor extension 101,102, 103 dan seterusnya banyak dipakai di perkantoran, tetapi nomor tersebut tidak saling bentrok dengan nomor yang sama di kantor lain, bukan? Nah, demikian pula dengan LAN IP address. Sekalipun di tempat A ada yang memakai 192.168.1.2, tetapi alamat ini tidak akan bentrok dengan 192.168.1.2 di tempat B, bahkan di seluruh tempat di muka bumi ini. Sebab, ini adalah alamat lokal yang berlaku hanya di tempat itu saja. Perhatikan analogi "extension PABX" di atas, maka masalah ini sangat jelas dan kian mempertajam wawasan kita.


Pertanyaan 2
Dapatkah satu alamat lokal dihubungi dari alamat lokal di tempat lain? Misalkan DVR kita yang memiliki IP Address 192.168.1.80 akan di-access dari tempat lain via Internet. 


Jawab: Bisa, asalkan memenuhi syarat.


Pada PABX: 
Syarat 1 - Extension yang akan menghubungi harus diprogram agar bisa melakukan panggilan keluar (outgoing call) dengan class of service tertentu, misalnya: hanya lokal saja (dalam kota), SLJJ atau bisa SLI.  
Syarat 2 - Extension yang akan dihubungi harus diprogram agar bisa menerima panggilan dari luar (incoming call) pada nomor CO tertentu. Jadi, saat orang memutar nomor telepon kita, misalkan 022-4236310, maka yang akan "kring" adalah extension ini (biasanya untuk di meja operator/front desk).


Pada LAN, selama PC atau laptop kita terhubung dengan Internet, maka kitapun bisa "menembus" alamat lokal pada jaringan lain, contohnya Standalone DVR 192.168.1.80 di tempat lain. Tapi pertanyaannya: apakah untuk memanggil DVR ini kita mengetikkan http://192.168.1.2 pada browser? Jawabannya: Bukan, bukan itu alamat yang diketik pada browser seandainya kita akan meng-access DVR tersebut dari Internet!


Pada PABX, saat akan menghubungi salah satu extension di kantor lain tentunya kita tidak memutar langsung nomor extension-nya, bukan?  Tetapi, yang kita putar adalah nomor teleponnya dulu, barulah kemudian "dioper" (di-transfer) ke nomor extension yang dituju, baik oleh Operator manusia atau melalui DISA (Direct Inward Station Access), misalnya: "silahkan tekan 0 untuk operator, tekan 1 untuk pemasaran, tekan 2 untuk bagian anu" dan seterusnya.


Pada LAN, apabila satu device (katakanlah DVR) ingin diakses dari luar, maka sebenarnya yang harus "ditembak" adalah nomor WAN IP-nya dulu (misalkan http://125.167.24.65), kemudian disusul dengan nomor Port yang diprogram pada DVR itu (misalnya 5445). Jadi yang diketikka pada browser adalah http://126.167.24.65:5445 .


Korelasinya: IP Address DVR yang 192.168.1.80 itu adalah alamat yang berlaku untuk akses lokal saja seperti halnya komunikasi antar extension pada PABX. Sedangkan yang dilihat  dari luar sebenarnya adalah Port. Sama seperti PABX, maka Port tidak bisa diakses langsung, tanpa mengetahui dulu WAN IP-nya. Bukankah extension-pun tidak bisa dihubungi langsung dari luar tanpa memutar nomor teleponnya dulu?


Pertanyaan 3
Bolehkah kita menggunakan nomor Port yang sama pada setiap DVR di lokasi lain? Misalkan DVR di lokasi A memakai Port 5445, demikian pula di lokasi B,  di lokasi C dan seterusnya. Apakah Port ini tidak akan "bentrok"?


Jawab: Boleh dan tidak akan bentrok.


Analogi:
Seperti telah dijelaskan, nomor  extension 101, 102 dan seterusnya pada PABX di satu tempat tidak akan "bentrok" dengan nomor yang sama di tempat lain. Demikian pula halnya dengan Port. Artinya, kita boleh menggunakan nomor Port dan LAN IP address yang "itu-itu juga" untuk DVR di tempat lain, misalnya selalu memakai LAN IP DVR 192.168.1.80 dengan Port 5445 sebagaimana telah berlalu contoh pembahasannya. Hanya yang perlu dicatat adalah : tidak boleh ada dua Port yang sama di satu lokasi.  Jadi, apabila di satu lokasi ada 2 (dua) unit DVR, maka Port-nya harus dibedakan, misalnya DVR1=5445 dan DVR2=5446.Demikian pula dengan semua peralatan IP lainnya di tempat itu.