Rabu, 28 Juli 2010

Nostalgia Dial Up Networking




Kemarin pagi, salah seorang Technical Support kami diminta oleh customer agar PC Base DVR-nya bisa diakses melalui line telepon biasa (PSTN), tanpa melalui internet. Sekalipun saat ini kedengarannya aneh, tetapi sekitar tahun 2000 lalu, apa yang dinamakan dengan remote CCTV adalah memang seperti itu. Kala itu DVR masih belum populer (bahkan mungkin belum ada!) dan media rekaman CCTV masih didominasi oleh Time Lapse VCR (Video Cassette Recorder) yang memakai sistem pita. Demikian pula halnya dengan internet broadband harganya masih sangat mahal. Oleh sebab itu line telepon rumah (PSTN) merupakan satu-satunya media yang dinilai paling realistis dan ekononis untuk dipakai sebagai penyalur gambar jarak jauh. Adapun kelemahan laten dari kabel telepon ini adalah soal bandwidth yang telah fix pada kisaran 64kbps saja. Untuk percakapan telepon, bandwidth sebesar ini sudah mencukupi, karena pada asalnya kabel telepon rumah tidak dirancang untuk menyalurkan sinyal lain, kecuali suara saja. Namun, seiring dengan dikembangkannya teknik video codec (compression-decompression), maka sinyal video dari camerapun dapat "dilarutkan" ke dalam kabel telepon. Namun, agar bisa dikirim melalui kabel telepon, maka sinyal video ini dimampatkan terlebih dahulu (disebut proses compression). Di ujung penerima, sinyal ini kemudian dipulihkan kembali ke bentuk aslinya (proses decompression). Jadi jangan heran jika hasil gambarpun akan terlihat lambat (gerakannya patah-patah). Hal ini disebabkan oleh proses decompression tadi ditambah dengan keterbatasan bandwidth dari media penyalur, yaitu kabel telepon. Teknik kompresi ini dipakai pula oleh kebanyakan DVR saat ini untuk merekam dan menyalurkan streaming video. 

Di sisi lain, percakapan telepon bersifat point-to-point. Artinya, dalam satu saat hanya dua device saja yang bisa saling berhubungan secara langsung. Oleh sebab itu, saat keduanya terkoneksi, pihak ketiga tidak bisa masuk sampai koneksi ini diputus terlebih dahulu. Inilah yang membedakan antara koneksi telepon analog dengan koneksi internet (TCP/IP). Koneksi internet memungkinkan beberapa client mengakses satu server sekaligus. Protokol yang dipakai untuk koneksi telepon analog ini biasa pula dinamakan  dengan PPP (point-to-point protocol).

Baiklah, konfigurasi sederhana DVR yang diakses melalui line telepon terlihat pada diagram di bawah ini. Sebelum memakai line yang sesungguhnya, kita bisa melakukan simulasi terlebih dahulu guna memastikan, bahwa semuanya telah bekerja dengan benar. Perlu diingat, jika dicoba langsung dengan menggunakan line telepon, koneksi ini akan "memakan pulsa". Jadi untuk trial, kami sarankan agar menggunakan extension PABX terlebih dahulu (jika ada). Baru setelah berhasil, kita tinggal mengubah nomor dialing dari yang tadinya extension (misalnya 114) menjadi nomor telepon yang akan dituju -misalnya 022426XXXX-. Konsekuensinya, saat saluran telepon ini sedang dipakai (online dengan PC DVR), maka panggilan telepon dari luar tidak bisa masuk (terdengar nada sibuk). 






Untuk sekadar bernostalgia, teknik ini memberikan hasil yang cukup lumayan, bahkan dalam banyak hal kecepatannya bisa setaraf dengan access DVR melalui gadget canggih yang notabene menggunakan media internet


Jika anda berminat untuk mencoba, silakan kirim email ke tanyaalarm@gmail.com. Ternyata konfigurasinya cukup sederhana dan tidak sesulit yang dibayangkan.