Selasa, 23 November 2010

Mengapa DVR Jadi Tidak Bisa Merekam? (Bagian 3)

Apapun yang terjadi, saran kami jika tidak terpaksa jangan memakai berbagai mode perekaman pada channel tertentu dengan dalih menghemat hard disk. Cara ini memang bisa dilakukan, tetapi akan berdampak negatif pada sistem. Memakai mode rekaman yang berbeda-beda di setiap Channel menyebabkan sistem cenderung tidak stabil (paparan untuk soal ini lumayan panjang, namun bagaimana dengan pengalaman Anda?). Selain itu, perhitungan mengenai durasi rekamanpun menjadi tidak bisa dilakukan, sebab variabelnya tidak menentu. Maka dari itu, jangan heran jika ada merk DVR yang malahan tidak bisa melakukan hal ini. Artinya, semua channel hanya bisa memakai mode rekaman yang sama, misalnya Continuous semuanya atau Schedule semuanya, tidak bisa dicampur. 

4.  Pastikanlah indikator rekaman benar-benar tampil pada display
Pesan ini terdengar lucu, tetapi tidak ada salahnya jika kami ingatkan kembali, sebab ini adalah indikator satu-satunya bahwa DVR kita telah melaksanakan fungsinya dengan benar. Indikator ini bisa berupa tulisan REC, bulatan merah, simbol orang (mode Motion) atau tanda jam (mode Schedule). Pastikan pula menu OSD (On Screen Display) untuk mode ini tidak dibuat Disable.

5. Waspadailah Overwrite
Seringkali kita tidak bisa memastikan kapan tepatnya rekaman kita mulai ditimpa dengan rekaman baru (overwrite) dan bagian mana saja dari hard disk yang masih tersisa. Hal ini dikarenakan karakteristik penghapusan pada DVR tidak sama persis dengan pita analog. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengamatan secara seksama kapan rekaman ini benar-benar habis. Gunakan utility Space Calculator dan sebagai pendekatan ambillah durasi 1 minggu dulu, lalu simpulkan hasilnya. Overwrite menyebabkan rekaman lama kita menjadi hilang dan tidak bisa kembali lagi. Oleh karena itu waspadilah hal ini dan kalau perlu buatlah pilihan ini menjadi Disable dulu, paling tidak sampai kita benar-benar memahami karakteristik DVR kita. Setelah itu tergantung pada keperluan, apakah akan di enable atau tidak.

6. Jangan Lupa Backuplah Program Setting
Jika performa DVR kita sudah memuaskan, maka jangan lupa untuk men-save setting programnya ke dalam flash disk melalui menu Backup Settings atau menu yang semisalnya. Jadi saat DVR kita ngadat dan kebetulan vendor berbaik hati untuk menggantinya dengan DVR baru yang sama tipenya, maka kita tidak perlu repot lagi men-setting ulang DVR baru ini dari awal. Cukup kita me-restore saja settingan yang sudah di-save tadi ke DVR pengganti melalui menu Restore Settings.

Sekian sekedar Tips dari kami. Sekali lagi, dengan menjalankan sebagian dari tips di atas ditambah anda yakin akan kualitas DVR anda, mengapa harus khawatir?