Minggu, 24 Juli 2011

Mengenal Istilah Alarm (Bagian 1)


Setelah terpotong oleh bahasan tentang Access Internet PC Base DVR, maka mulai posting ke depan kami akan kembali menjelaskan tentang istilah-istilah yang sering dipakai dalam bidang Alarm atau Security System. Sebagaimana diketahui, cara terbaik dalam upaya menguasai satu bidang adalah mengenal jargon (istilah) yang dipakai dalam bidang itu. Pernahkah anda mendengar istilah-istilah: Zone, Arm, Disarm, Bypass, Home Arming, Isolate, Stay Arming, Away Arming, Exit/Entry Delay, Instant dan lainnya? Atau bagi Teknisi, tahukah anda dengan istilah ini: Cross Zone, Swinger Shutdown, Loop Response Time, Dialing Attempts, No Activity Arming?  Mungkin beberapa diantaranya sudah, mungkin pula sering atau malah belum mendengar sama sekali istilah-istilah di atas. Nah, untuk sekadar memperluas wawasan, tidak ada salahnya toh jika kita bahas lagi soal ini?


Sebelum memulai pembahasan inti, ada baiknya kita melihat dulu blok diagram dari satu sistem alarm. Sistem alarm, baik yang sederhana maupun yang kompleks, selalu terdiri dari bagian-bagian seperti pada ilustrasi di bawah ini.



Seperti diketahui, suatu sistem akan selalu terdiri dari berbagai komponen yang saling berinteraksi satu sama lain. Apabila salah satunya tidak ada, maka bukan dikatakan satu sistem, karena tidak akan bekerja. Demikian pula jika salah satunya mengalami kerusakan, maka dikatakan sistem tersebut mengalami gangguan (trouble), sehingga tidak bekerja normal. Bagi yang belum mengikuti bahasan dasar mengenai korelasi antar bagian tersebut, silakan melihat kembali uraian kami di sini.

Nah, sekarang bagaimana implementasinya? Baiklah, perhatikan denah rumah tinggal yang sudah terpasang sistem alarm di dalamnya. Door Contact dipasang di setiap pintu masuk dan jendela yang sudah dikelompokkan ke dalam beberapa zone. Penomoran zone di bawah ini hanya sekadar contoh. 




Berikut ini istilah umum yang dipakai pada instalasi Alarm Rumah.

Arm Disarm
Istilah ini adalah untuk menyatakan apakah sistem sedang aktif (arm) ataukah sudah dimatikan (disarm). Perlu diketahui, alarm tidak mengenal istilah on dan off. Sebabnya adalah sistem alarm tidak boleh di-"on-off" melalui power seperti pada peralatan listrik lainnya. Oleh sebab itu, istilahnya menjadi arm atau disarm.

Zone
Zone adalah pembagian atau pengelompokan area yang diproteksi oleh sensor. Seperti terlihat pada ilustrasi di atas, maka Zone 1 adalah Door Contact di pintu utama dan pintu samping. Zone 2 adalah jendela ruang tamu dan ruang makan. Zone 3 adalah jendela ruang tidur utama dan seterusnya. Tidak ada ketentuan pasti mengenai penomoran zone ini. Pada umumnya ditentukan oleh teknisi pemasang dengan memperhatikan kondisi rumah. Kendati demikian, aspek kenyamanan dan kemudahan operasional perlu diperhatikan, sehingga user tidak merasa kesulitan dalam mengoperasikannya sehari-hari.

Exit/Entry Zone (disingkat E/E Zone)
Saat user akan meninggalkan rumah, maka beberapa zone harus diprogram sebagai Exit/Entry Zone atau disebut juga Delay Zone. Zone ini akan memberikan waktu tunda (delay time) yang cukup, agar user bisa keluar dan masuk melalui zone ini dengan leluasa, tanpa khawatir membunyikan siren. Seperti pada gambar di atas, maka Zone 1 berperan sebagai Exit/Entry Zone, karena hanya lewat zone inilah user akan keluar atau masuk ke dalam rumah.

Away Arm
Saat akan keluar rumah (dan rumah ditinggal kosong), maka user mengaktifkan alarm melalui keypad (KP). Bersamaan dengan itu, maka waktu tunda untuk keluar (exit delay time) akan menghitung mundur, misalkan dari 45 detik sampai habis. Periode ini disebut exit delay time, yang mana Zone 1, Zone 4 dan Zone 6 bisa dilalui dengan aman sebelum waktu exit time habis (expired). Pada beberapa merk alarm, saat exit time berlangsung, semua Zone belum memberikan reaksi apapun. Setelah exit delay habis dan user sudah keluar rumah, maka sistem alarm akan Aktif (istilahnya Armed).

Saat user kembali ke rumah, maka tentu saja ia akan masuk melalui pintu utama. Saat pintu utama (Z1) atau pintu dapur (Z6) dibuka, maka siren tidak langsung berbunyi, melainkan ada waktu tunda beberapa saat tergantung nilai yang diprogram oleh teknisi, katakanlah 30 detik. Periode ini disebut dengan entry delay time dan user bisa mematikan sistem melalui Access Code (PIN) pada keypad, agar siren tidak berbunyi. Proses mematikan sistem ini dinamakan Disarm.


Instant Zone
Sesuai dengan namanya, maka Instant Zone adalah zone yang langsung membunyikan alarm saat dilanggar, tanpa ada waktu tunda lagi. Dalam contoh, maka Zone 2, Zone 3 dan Zone 5 masing-masing diprogram sebagai Instant Zone. Apa sebab? Ya, karena user tidak akan masuk atau keluar melalu jendela, sehingga tidak perlu waktu tunda.


Follower Zone
Mungkin ada yang bertanya, mengapa hanya Zone 1 yang dibuat Delay. Bukankah saat keluar atau masuk melalui dapur (Z6), user pun akan melewati Zone 4? Ya, benar dan inilah saat yang bagus untuk menjelaskan mengenai istilah Follower Zone. Zone 4 bisa dibuat sebagai Follower Zone, yaitu zone yang sifatnya mengikuti keadaan Zone Delay. Pengertiannya sebagai berikut:  saat user keluar atau masuk ke dalam rumah dari Zone 1, maka periode entry delay akan berlangsung. Secara otomatis Zone 4 pun akan "ikut-ikutan" delay juga, sehingga user bisa melewatinya dengan aman, tanpa menyebabkan alarm. Akan tetapi, jika tidak ada delay yang sedang berlangsung, maka Zone 4 akan menjadi Instant. Artinya, pencuri yang masuk dari pintu belakang dapur dan langsung ke ruang makan akan menyebabkan alarm langsung berbunyi. 

Interior Stay/Away Zone
Zone ini jarang dimanfaatkan oleh Teknisi, padahal cara kerjanya cukup menarik. Misalkan user menambahkan sensor PIR di dalam ruangan tamu, sedangkan ia mengobrol hingga larut malam. Nah, dalam kondisi ada tamu seperti itu, user bisa mengaktifkan sistem alarm dengan aman asalkan delay zone tidak dilalui (tidak ada yang keluar rumah). Setelah sistem aktif (armed), maka secara otomatis PIR di ruangan tamu ini akan "mati" (istilahnya bypassed) sementara semua zone lain aktif. Dengan demikian, user bebas mengobrol dengan tamu di ruangan tersebut, tanpa khawatir terdeteksi PIR. Saat tamu hendak pulang, maka user bisa memanfaatkan feature Quick Exit seraya membuka pintu utama, tanpa menyebabkan alarm berbunyi. 

Force Arm
Perhatikan kembali kasus tamu di atas. Bagaimanakah jika owner ada keperluan ke dapur, sedangkan di sana ada pintu yang harus dilalui (Z4)? Solusinya: pada saat mengaktifkan sistem -jika dirasa aman- pintu Z4 bisa dibiarkan terbuka selama ada tamu. Mengaktifkan alarm pada saat ada pintu atau zone yang terbuka disebut Force Arm

Zone 24H
Zone 24H adalah sebutan bagi zone yang bisa langsung membunyikan siren, tanpa melihat apakah sistem sedang arm ataupun disarm. Biasanya zone ini berupa tombol emergency atau panic button (24H Burglary) dan detector kebakaran seperti smoke detector, heat detector ada sejenisnya (24H Fire).