Sabtu, 27 Agustus 2011

Yuk, Mengenal Access Point! (Bagian 3)

7. Space Of Margin (System Operating Margin)
Space of Margin (SOM) adalah selisih antara sinyal yang dipancarkan oleh stasiun kita dengan nilai Rx Sensitivity di stasiun lawan. Analoginya begini:  agar lawan bicara bisa mendengar teriakan kita pada jarak jauh (atau sebaliknya), maka teriakan kita harus keras, bukan? Sebab, sebagian besar suara kita akan hilang di udara dan sisanya entah bisa terdengar atau tidak oleh lawan bicara. Nah, sisa teriakan kita inilah yang dalam Access Point disebut dengan SOM. Jadi, agar stasiun lawan bisa "mendengar" sinyal radio kita, maka SOM ini minimal harus memiliki skor antara 10dB - 20dB. Makin besar dari 20dB, tentu semakin baik. Mari kita lihat hasil SOM untuk "proyek" kita dengan memasukkan parameter yang sudah diketahui ke dalam calculator wireless link.



Oleh karena antenna sudah built-in, maka cable loss di atas kami anggap nol. Hasil perhitungan di atas menunjukkan, bahwa SOM yang diperoleh adalah sebesar 11.3 dB. Sebetulnya ini diperoleh dari perhitungan:


SOM = Rx Signal Level - Rx Sensitivity
          = - 60.7dBm - (-72dBm)
          = 11.3 dB


Rx Sensitivity umumnya tercantum pada spesifikasi produk, biasanya bernilai minus sekian dB (dalam contoh -72dBm).

Sekadar untuk cross-check, di Android Market juga telah tersedia calculator sejenis dengan nama "Wireless Link Calculator". Walaupun bukan termasuk aplikasi yang memiliki rating bintang 5 di Android Market, namun hasil perhitungan SOM-nya ternyata sama.




Angka 11.3 dB ini sudah mencukupi, karena berada di atas 10dB. Artinya, secara teoritis peralatan kita dapat bekerja baik pada jarak 2.38 mil selama persyaratan lainnya terpenuhi. Apakah sajakah persyaratan itu? Simaklah kelanjutannya.


8. Fresnel Zone Radius (Fresnel Zone Clearance)
Setelah SOM diperoleh, maka ada parameter lain yang disebut dengan FZR (Fresnel Zone Radius) atau FZC (Fresnel Zone Clearance). Istilah Fresnel Zone (dibaca: frey-nel zone) menyatakan seberapa tinggikah sinyal radio harus "mengambang" di atas bangunan tertinggi sepanjang lintasannya. Oleh karena secara verbal sulit untuk menangkap makna ini, maka kami coba gambarkan maksudnya sesuai dengan apa yang kami pahami di bawah ini.




Seperti diketahui, bahwa syarat terciptanya komunikasi pada gelombang mikro (microwave) adalah kedua stasiun harus saling melihat satu sama lain. Kata "melihat" mengandung dua pengertian, yaitu  1. melihat secara visual (mata) dan 2. secara elektrik (radio). Menurut ilmuwan bernama Fresnel (dibaca: frey-nel), saat meninggalkan antena, ternyata sinyal radio tidak berupa garis lurus, melainkan berbentuk ellips mirip seperti bola rugby raksasa yang mengambang di udara. Oleh sebab itu, garis pandang mata saja (visual line of sight) tidak cukup bagi sinyal radio untuk dapat ditangkap oleh stasiun lawan. Sinyal radio memerlukan clearance yang lebih tinggi lagi ketimbang garis visual line of sight semata. Clearance inilah yang ditemukan oleh Fresnel. Untuk lebih mendalami teorinya, silakan pembaca berselancar di internet dengan kata kunci fresnel zone. Di sana akan banyak terdapat uraian mengenai FZC ini. Tetapi bagi kami, cukup uraian ini saja yang perlu dipahami pertama kali oleh pemula.


Sekarang untuk mencari berapa FZC yang harus disediakan pada jarak tertentu, kita bisa menggunakan calculator ini. Setelah memasukkan jarak dan frekuensi sesuai dengan proyek kita, maka diketahuilah bahwa FZR yang harus tersedia adalah sebesar 10.9 m.




Lantas, apa yang bisa kita peroleh dari data ini? Data di atas menunjukkan, bahwa kita perlu menyediakan clearance sebesar 80% dari FZR agar sinyal radio kita aman (pada literatur lain ada yang mematok 60%). Nantinya, parameter ini akan menyangkut pada soal berapa meterkah ketinggian antenna minimal yang harus dipasang di kedua lokasi? Di sini jelaslah sudah bahwa selama kedua antenna tidak saling melihat satu sama lain (baik secara visual, apalagi secara radio), maka komunikasi Access Point mustahil bisa terjadi.