Minggu, 21 Agustus 2011

Yuk, Mengenal Access Point! (Bagian 1)



Pengantar
Sedikitnya ada dua surat pembaca yang masuk ke meja kami beberapa waktu lalu, masing-masing menanyakan perihal access camera jarak jauh melalui access point. Kami sendiri tidak tahu, mengapa mereka menanyakan itu kepada kami yang notabene orang Alarm dan CCTV. Terus terang kami belum memiliki keberanian untuk menuliskannya di blog ini mengingat keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Selain itu, tulisan tentang topik ini sudah sangat banyak bertebaran di internet, entah di situs-situs lokal apalagi situs luar negeri, baik ditulis oleh perorangan, penjual peralatan maupun oleh pabrikannya sendiri. Cuma -sebagaimana kami alami sendiri- seorang pemula biasanya bingung dari mana ia harus memulai mempelajari sesuatu, terlebih lagi secara otodidak. Oleh sebab itulah kami terdorong juga untuk berbagi tentang apa yang kami ketahui seputar access point ini. Semoga bahasan ini bisa dijadikan bekal awal bagi mereka yang berniat menerjuninya kelak. Kritik dan saran senantiasa kami harapkan untuk peningkatan mutu bahasan di blog ini, sebab pembahasan di bawah ini hanyalah dari persepsi penulisnya semata.


Apa itu Access Point?  
Access point sendiri sepertinya memiliki arti luas dan kompleks, namun kami akan membatasinya sebagai upaya membangun hubungan LAN di udara. Dengan demikian, kita bisa memperoleh hubungan LAN antar dua titik atau lebih pada jarak yang saling berjauhan, tanpa melalui kabel alias wireless. Hubungan seperti ini tidak berbeda jauh dengan istilah Wireless LAN, wifi ataupun hotspot. Sebenarnya istilah yang dirasa pas menurut kami adalah air ethernet (ethernet melalui udara). Namun, penamaan ini sudah kadung dipakai sebagai merk satu produk peralatan access point, sehingga kami tidak memakai istilah itu, kecuali jika diperlukan. Sungguh, istilah Air Ether adalah penamaan yang paling tepat! Seperti diketahui, ethernet sendiri adalah sebutan lain untuk sinyal TCP/IP, sementara kabel UTP cat-5 pun sering disebut dengan ethernet cable. Nah, sekarang coba perhatikanlah gambar di bawah ini :



Dalam teknik jaringan, hubungan kabel dari Lokasi A ke Lokasi B disebut hubungan langsung (straight). Seperti umum diketahui, bahwa hubungan kabel dalam jaringan LAN seperti ini dibatasi pada jarak 100 meter saja. Kalaupun ingin lebih jauh, maka diperlukan satu atau beberapa unit LAN extender. Apabila kita memerlukan hubungan yang lebih jauh lagi, katakanlah 1 km atau lebih, jelas teknik penarikan kabel ini sangat tidak efektif. Memang bisa saja kita memakai fiber optic (FO), namun harganya masih terbilang sangat mahal, sehingga tidak setiap orang mau membeli hanya untuk keperluan ini saja. Belum lagi soal ongkos galian kabelnya. Maka dari itu dipilihlah teknik yang lebih reasonable dan ekonomis, yaitu melalui jalur frekuensi radio (RF).

Bagi orang radio tentu saja mengenal istilah modulasi, bukan? Modulasi sendiri artinya menumpangkan suatu sinyal frekuensi rendah ke atas sinyal frekuensi tinggi (radio) agar bisa dikirimkan ke tempat nun jauh di sana. Sinyal yang menumpang ini bisa diibaratkan joki, sedangkan frekuensi radio sendiri diibaratkan kuda. Maka, dalam hal ini frekuensi radio bertindak sebagai kendaraan pembawa sinyal. Akibat dari proses modulasi inilah kita bisa mendengarkan siaran radio atau melihat berita di televisi. Nah, pada Access Point pun yang terjadi adalah sama, yaitu menumpangkan sinyal TCP/IP ke atas sinyal radio. Begitulah kira-kira.

Berbicara tentang RF (radio frequency), maka nantinya akan berdatangan istilah-istilah seperti: pemancar (transmitter), penerima (receiver), antenna, jarak jangkau (distance), daya output (output power), sensitivitas penerima (receiver sensitivity), garis pandang (line of sight), perambatan gelombang atau propagasi (propagation) dan lainnya. Sebagian dari istilah tersebut dipakai juga dalam mempelajari Access Point yang mungkin merupakan istilah baru  bagi sebagian pembaca.


Komponen Access Point
Access Point umumnya terdiri dari seperangkat peralatan yang disusun pada tiang antenna seperti tampak pada gambar di bawah ini (kliklah pada gambar agar untuk memperbesar).




Setelah melihat dengan seksama, maka berikut ini adalah penjelasannya:


1. Main Unit (with Antenna)
Ini adalah komponen inti dari Acccess Point, yaitu rangkaian radio yang umumnya sudah dilengkapi dengan built-in antenna dan dikemas di dalam casing tahan cuaca (weatherproof). Main unit ini disebut juga CPE (Customer Premises Equipment), yaitu peralatan yang diletakkan di tempat customer. Main unit inilah yang nanti akan menjadi fokus utama bahasan kita selanjutnya.


2. Surge Protection (Anti Petir)
Unit ini mutlak harus dipasang guna melindungi peralatan dari sengatan petir. Seperti diketahui, antenna yang diletakkan pada tiang sangat tinggi merupakan sasaran empuk bagi petir.


3. PoE (Power over Ethernet)
Ini tidak lain adalah power supply yang menyuntikkan tegangan DC ke dalam Main Unit, sehingga sering pula disebut DC Injector.


4.  Adaptor
Sebenarnya ini merupakan satu bagian tak terpisahkan dari PoE. Adaptor akan mengubah  tegangan listrik 220VAC menjadi DC. Oleh sebab itu, pastikanlah di setiap tiang antenna sudah tersedia sumber listrik 220VAC untuk menancapkan adator ini.


5. Antenna Mast (Tiang Antenna)
Tiang antenna ini bisa berupa tiang metal biasa ataupun tower bertingkat. Tujuannya untuk mendapatkan line of sight, yaitu ketinggian tertentu dari permukaan tanah agar kedua Main Unit (CPE) bisa saling berkomunikasi.


6. Mounting Brackets
Berfungsi sebagai dudukan Main Unit atau Antenna.


7. Grounding
Mutlak dipasang untuk membuang sengatan petir ke tanah ataupun menghilangkan ganguan listrik statik .


Dalam penerapannya di lapangan, unit nomor 2, 3 dan 4 bisa disimpan dalam kotak plastik kecil tahan cuaca (weatherproof plastic cabinet) lalu dipasang pada tiang atau di dalam ruangan. Hal ini tidak lain untuk memudahkan pemeliharaan maupun servis. Perlu diketahui, model dan bentuk bisa berbeda antara satu brand dengan brand lainnya. Apa yang diketengahkan pada gambar di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja.


Pada bahasan mendatang, insya Allah kami ketengahkan dari mana kita memulai satu perencanaan sistem Access Point. Kami akan memulainya dengan skenario Point-to-Point sebagai contoh.  Stay Tune!