Rabu, 15 Mei 2013

Beberapa Aspek Pemasangan Outdoor Sensor


Sensor outdoor boleh dikatakan primadona dari sekian banyak sensor alarm di rumah tinggal. Hal ini disebabkan sensor outdoor-lah yang pertama kali memberikan deteksi sebelum pencuri masuk lebih jauh. Namun, tahukah anda bahwasannya ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam pemasangan outdoor sensor ini, baik dari jenis PIR maupum beam? Tujuannya selain untuk menekan tingkat false alarm, juga mencegah agar tidak terjadi misssed alarm. Nah, faktor apa sajakah itu?

Bahasan seputar ini akan kami bagi dua kategori, yaitu Outdoor PIR dan Photoelectric Beam.


Outdoor PIR (Passive Infra Red)
1. Pasanglah sensor tegak lurus pada dinding, agar pola deteksinya sejajar dengan tanah. Jika permukaan tanah menurun atau naik, maka deteksi tidak akan bekerja maksimal dan malahan berpotensi menimbulkan false alarm. Perhatikan pula ketinggian yang ditetapkan pada buku panduan, jangan menyepelekan soal ini!




2. Hindari tanaman atau daun yang bergoyang-goyang saat terkena angin. Adapun batang pohon atau tiang tidak mengapa, karena keduanya tidak bergerak saat terkena angin.



3. Hindari setiap objek yang bergoyang-goyang pada saat terkena angin. Contoh klasik dalam hal ini adalah jemuran baju di atas dak jemur. Oleh sebab itu, ingatkan pembantu agar menurunkan jemuran sebelum alarm diaktifkan.


4. Hindari lintasan matahari langsung, baik saat terbit maupun terbenam. Jika tidak bisa, pertimbangkan untuk menambahkan topi/tudung, agar sensor agar tidak silau. 




5. Hindari memasang sensor di atas permukaan air atau permukaan licin.




Dengan memperhatikan kondisi di atas, kita akan memperoleh deteksi yang optimal dan terbebas dari false alarm. Pada posting mendatang insya Allah kami akan memberikan tips pemasangan sensor outdoor dari jenis photoelectric beam