Senin, 31 Oktober 2011

Welcome Back Wireless Alarm!



Sistem alarm tanpa kabel (wireless) memang kalah populer dibandingkan dengan sistem kabel. Setidaknya hal ini bisa ditinjau dari dua sisi, yaitu soal harga (price) dan kehandalan (reliability). Sistem wireless relatif lebih mahal ketimbang sistem kabel, bahkan untuk sistem yang sederhana sekalipun. Selain mahal, kehandalan wireless masih berada satu tingkat di bawah sistem kabel. Problema utama wireless alarm adalah soal jarak jangkaunya yang pendek. Hal ini disebabkan oleh redaman dari dinding pembatas antar ruangan. Jika sudah begini, alih-alih memperoleh hasil bagus, malah malapetakalah  yang didapat. Sistem menjadi tak terkendali akibat dari sinyal yang tidak sampai ke control panel. Pernahkah anda mengalaminya? Jika ya, maka sejujurnya inilah problematika laten dari kebanyakan sistem alarm wireless yang ada sekarang. Ini pulalah yang (mungkin) menyebabkan orang ogah meliriknya. 


Tetapi, benarkah saat ini sudah tidak ada lagi sistem alarm wireless yang mumpuni? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Namun, sebagaimana komitmen kami yang tidak mau mengunggulkan satu produk tertentu, maka pada posting kali ini kami akan mereview satu produk wireless alarm yang tampaknya bisa mendobrak mindset kita selama ini, bahwa sistem alarm wireless selalu banyak trouble. Nah, produk apakah gerangan yang dimaksud?


Produk yang baru-baru ini kami jajal langsung di lapangan (tempat customer) dengan hasil memuaskan adalah wireless alarm Alexor keluaran DSC. Alexor sendiri adalah nama komersil dari produknya, sedangkan tipenya adalah PC9155. Adapun basic dari sistem Alexor sendiri adalah seperti ini:



Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Control Panel
Seperti halnya pada sistem alarm kabel, maka Control Panel di sini berfungsi sebagai pusat pengolahan informasi dari device di sekitarnya. Versi terbaru panel ini sudah termasuk voice dialer yang bisa menghubungi 6 nomor telepon pada saat terjadi alarm.


2. Wireless Keypad
Keypad yang terpisah dari control panel tanpa kabel merupakan dambaan bagi setiap installer maupun user, karena memiliki fleksibilitas tinggi. Sekalipun ini bukan tergolong teknologi baru, namun DSC berhasil menghadirkannya lagi saat ini, sehingga nyaris tidak ada bedanya dengan sistem kabel.


3. Wireless Key (Remote Control)
Sesuai dengan namanya, maka unit ini berfungsi mengaktifkan dan mematikan sistem alarm. Selain itu berfungsi pula sebagai tombol Panic untuk membunyikan siren saat keadaan darurat.


4. Sensor
Terdiri atas Wireless Door Contact (untuk di pintu atau jendela), Wireless PIR (untuk ruangan) dan Smoke Sensor untuk pendeteksi asap kebakaran.


5. Siren
Puncak kesempurnaan wireless alarm bisa diwujudkan dengan adanya Wireless Siren, baik untuk ditempatkan di outdoor maupun indoor. Apa sebab? Sebabnya adalah instalasi kabel dan pemasangan siren pada umumnya sulit, apalagi di area outdoor. Jadi, say goodbye to siren cable!


Jika kita perhatikan dengan seksama, maka tarikan kabel yang dilakukan hanyalah untuk listrik 220VAC dan/atau hubungan dengan saluran telepon (CO Line). Selebihnya, tidak ada lagi instalasi kabel sama sekali. Alhasil, pemasangan alarm bisa dilakukan dalam hitungan menit! (Untuk sementara kami lupakan dulu sensor-sensor outdoor. Nantikan posting kami seputar sensor outdoor wireless ini!).


Kendati demikian, survei lapangan tetap diperlukan guna memastikan sinyal dari sensor dan peralatan lainnya bisa sampai ke control panel. Demikian pula halnya dengan lokasi Keypad dan Siren, sebab pada umumnya kondisi real di lapangan tidak sama dengan apa yang dibayangkan pada denah. Diagram di atas kiranya tidak perlu kami uraikan lebih detail, karena sudah cukup jelas, bukan? Nah, yang perlu diperhatikan sekarang adalah dari mana kita mulai? Lalu, bagaimanakah jika jaraknya tidak terjangkau saking terlalu luasnya rumah?


Memulai Alexor cukup mudah. Jika sebelumnya panel sudah pernah dicoba-coba, maka ada baiknya kita reset terlebih dulu agar program menjadi default kembali. Setelah itu, carilah lokasi yang dirasa tepat untuk memasang control panel, tapi jangan dipasang secara permanen dulu. Usahakan letak control panel ini berada di tengah-tengah "kerumunan" sensor agar daya tangkap sinyalnya merata. Panel yang dekat dengan saluran telepon rumah akan memudahkan kita untuk menarik kabel telepon. Tancapkan panel ke listrik 220VAC dan hubungkan baterai backup. Untuk sementara, kabel telepon tidak disambung dulupun tidak mengapa. 


Tahap berikutnya adalah memasang baterai untuk Keypad. Tak berapa lama, keypad minta dikenalkan (enroll) dengan panel. Caranya, kita tinggal tahan tombol [1] dan [*] bersamaan sampai terbaca Successful.




Saat ini keypad sudah terhubung dengan panel utama tanpa kabel! Untuk membuktikannya, kita bisa melakukan setting Time and Date melalui [*][6][Master Code][1].


Tahap berikutnya adalah mengenalkan Remote. Untuk itu, masuklah ke menu Wireless Enrollment Mode dengan cara menekan [*][8][Installer Code][898] pada keypad. Percaya atau tidak, kita bisa memegang dan menekan keypad sembari berjalan. Pure wireless!


Pada kondisi Wireless Enrollment Mode ini, kita bisa mengenalkan semua device yang akan kita pasang, yaitu Remote, Sensor dan Siren. Untuk Remote, tekanlah salah satu tombolnya sampai muncul ESN (Electronic Serial Number). Setelah serial number cocok dengan yang tertulis di casing Remote, tekanlah [*] pada Keypad sebagai tanda konfirmasi. Demikian juga untuk Sensor dan Siren, prosesnya sama. 



Saat melakukan enrollment untuk wireless sensor kita bisa menentukan Nomor Zone untuk masing-masing sensor berikut dengan definisinya. Mudah,bukan?

Satu hal yang kami sukai adalah fungsi diagnostic, yaitu untuk menguji apakah sinyal dari setiap device dapat diterima dengan baik oleh Panel ataukah tidak. Untuk Sensor, caranya cukup dengan menekan [*][8][Installer Code][904] pada Keypad, lalu melakukan trigger pada Zone (Sensor) yang akan diuji. Apabila Sensor berada dalam jangkauan Panel, maka akan tampil pesan seperti ini:


Lakukan hal ini pada semua device guna memastikan bahwasanya semua device telah bekerja baik. Lantas, bagaimanakah jika jaraknya tidak terjangkau? Jangan khawatir, sebab ada device lain yang bisa membantu meningkatkan jarak. Insya Allah bahasannya akan menyusul!

Secara overall, performa sistem wireless produk DSC ini sudah teruji baik. Contoh aplikasi paling mengesankan adalah manakala kita diminta untuk memasang sistem alarm di toko dalam satu mall dimana tidak memungkinkan lagi untuk menarik kabel. Terlebih lagi jika di dalamnya terdapat barang-barang mewah berharga mahal. Maka, menarik kabel dalam situasi seperti itu bukanlah ide yang baik. Jadi, dalam hal ini wireless alarm-lah solusinya. Welcome back Wireless Alarm!