Rabu, 04 Januari 2012

Mengapa DVR Jadi Tidak Bisa Di-Access via Internet?


Sejatinya judul di atas tidak lain hanyalah pengulangan dari apa yang telah kami jelaskan mengenai DDNS updater. Bagi mereka yang sudah paham tentu saja akan melewatkan uraian ini. Namun, bagi yang belum, semoga uraian ini bisa lebih memperjelas lagi. Insya Allah, kami akan menyederhanakan masalahnya dengan harapan bisa diikuti oleh pembaca.

Permasalahan DDNS ini penting dipahami khususnya bagi mereka yang berkecimpung langsung dalam setting DVR. Apa sebab? Pertama, agar jangan sampai keliru dalam analisa mengapa DVR jadi tidak bisa di-access via internet, padahal sebelumnya bisa. Kedua, jangan sampai customer menilai kita kurang mampu dalam urusan ini. Ketiga, agar jangan terlalu cepat menyalahkan produk DVR-nyalah yang jelek. Nah, ketiga faktor inilah yang hendaknya diwaspadai oleh kita.


Pertama: Keliru menganalisa bisa menguras tenaga
Ketahuilah, bahwa semua layanan servis free DDNS yang pernah kami coba semuanya bekerja dengan sangat baik. Walaupun free, namun belum satupun diantara mereka yang "gagal". Inilah yang hendaknya dipahami, bahwa persoalan gagal access bukanlah terletak pada persoalaan layanan servis DDNS-nya yang free, melainkan pada persoalan update. Mengapa kami katakan bisa menguras tenaga? Sebab tidak sedikit mereka yang bolak-balik ke tempat customer hanya gara-gara persoalan ini.  


Kedua: Jangan sampai customer menilai kita kurang mampu
Persoalan ini sama ruwetnya dengan yang pertama. Sebab, tidak jarang customer dibuat geleng-geleng kepala oleh hal ini. Percayailah, bahwa sekali DVR bisa di-access lewat internet, maka saat itu juga persoalan setting sebenarnya sudah beres! Apa artinya? Saat DVR gagal di-acess, maka persoalannya bukan terletak pada settingan DVR maupun router yang berubah, melainkan lebih pada persoalan gagalnya DDNS update atau koneksi internet-nya yang memang bermasalah.


Ketiga: Jangan menyalahkan DVR
Hal ini perlu dihindari, sebab bagaimanapun juga customer sudah membeli DVR kita dan bukankah pada awalnyapun sudah bisa di-access? Saat terjadi masalah dikemudian hari, sebaiknya kita jangan terlalu pagi menyalahkan DVR-nya. Memang tidak dipungkiri, bahwa setiap DVR memiliki  apa yang disebut dengan firmware version. Nah, adakalanya firmware version ini mesti di-update lagi, sehingga DVR bekerja lebih sempurna. Pabrikan yang baik selalu menginformasikan perkembangan firmware terbaru mereka melalui situs web-nya. Hal ini sangat lumrah dalam industri elektronik apa saja, sehingga dari segi ini, kita tidak bisa mengatakan jelek pada produk.

Bacaan terkait 
http://tanyaalarm.blogspot.com/2011/12/sayonara-dyndns-part-1.html