Kamis, 26 Januari 2012

Mengenal Programming Alarm via Software


Pengantar
Seperti kebanyakan perangkat elektronik lain, sistem alarmpun tidak bisa lepas dari peranan perangkat lunak (software). Panel alarm dari brand terkenal pasti mempunyai software utility guna membantu technical support atau engineer melakukan programming atau menganalisa masalah dengan cepat dan akurat. Walaupun metoda programming via software ini tergolong teknologi lama (bahkan jadul!), namun dalam kenyataannya jarang dipakai oleh engineer, apalagi oleh teknisi lapangan. Entah karena kadung enjoy dengan programming via keypad sehingga tidak butuh software lagi atau ada faktor lain, namun keterlibatan software dalam bidang alarm tidaklah begitu nyata. Padahal dengan software ini, kita bisa melakukan programming dan troubleshooting dari jarak jauh, tanpa harus datang ke lokasi. Hanya untuk mengubah satu parameter, katakanlah waktu exit/entry delay, bisa dilakukan dari kantorBayangkan jika kita disuruh datang ke rumah customer untuk mengganti parameter ini, sedangkan jarak kantor ke tempat customer lumayan jauh, belum lagi ditambah macet dan hujan! Nah, apakah kita akan datang ke lokasi saat itu juga? Diakui atau tidak, hal ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi teknisi (kecuali jika customer tersebut dikenal baik dalam memberikan uang tips!). 

Pada posting kali ini, sambil kita rehat sejenak dari rutinitas sehari-hari yang terkadang membosankan, kami akan mengulas sedikit tentang mekanisme programming via software yang dimaksud. Apa sajakah peralatan yang diperlukan? Bagaimanakah cara koneksinya? Lantas, apa manfaatnya dari kita mempelajari topik ini? Baiklah kita ikuti saja uraiannya, yuk! Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Basic Diagram
Untuk mengenal dan berlatih cara programming panel alarm melalui software, kita memerlukan peralatan sebagai berikut:
1. PC atau Laptop dengan spesifikasi yang umum.
2. USB to COM.
3. Modem external.
4. PC Link atau PC Interface
5. Panel alarm.
6. Central PABX (optional).
7. Software.


Jika keseluruhan peralatan tersebut kita susun, maka ada 2 (dua) metode yang bisa ditempuh, yaitu:


1. Local Programming: Teknisi melakukan programming di tempat panel alarm berada (di tempat customer). Untuk itu kita memerlukan interface tambahan yang disebut PC Link atau PC Interface. Diagramnya sebagai berikut:





2. Remote Programming: Teknisi melakukan program dari tempat lain (mis.kantor) melalui saluran telepon. Jadi, panel alarm customer harus tersambung dengan saluran telepon di tempatnya (paralel dengan telepon rumah). Diagramnya sebagai berikut:




Dari kedua metode di atas terlihat jelas bahwa perbedaannya hanya terletak pada jenis interface-nya saja. Kendati metode 2 lebih terasa manfaatnya, namun  metoda 1 bisa dipelajari dulu pada tahap awal untuk pengenalan menu software. Setelah itu, kita berlatih ke metode 2 dimana kita bisa menggunakan central PABX sebagai simulasi line telkomnya. Dengan demikian, hanya sekadar berlatih cara men-download program ke panel alarm, kita tidak perlu membuang pulsa telepon, bukan?


Istilah yang Dipakai pada Programming Panel via Software


Download (Send to Panel)
Menyatakan proses pengiriman data dari software ke panel.


Upload (Read from Panel)
Menyatakan proses pembacaan program panel oleh software (tarik data dari panel)


Double Call (Answering Machine Defeat)
Modem menghubungi panel satu kali kring lalu putus (disconnected). Kemudian pada kring yang kedua, panel akan merespon panggilan tersebut dan terjadilah online antara PC dengan panel.


Download Code
Code verifikasi yang dipakai sebagai konfirmasi antara panggilan dari software dengan code pada panel. Jika cocok (match), maka panel dan software akan online. Dengan demikian, panel tidak bisa di-access sembarangan, kecuali oleh personil yang berhak.


Panel Identifier
Fungsinya sama dengan Download Code, yaitu sebagai verifikasi saat ada panggilan masuk dari luar.



Manfaat dari kita mempelajari topik ini adalah, bahwa bidang alarm ternyata "lebih dari sekadar bunyi siren". Berbekal pengetahuan yang cukup di bidang komputer, maka seorang teknisi bisa memiliki nilai plus dibandingkan dengan teknisi lainnya. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan jika ia bisa bekerja di security company besar, bahkan berskala internasional.