Selasa, 21 Februari 2012

Mengapa Camera Access Point Putus Nyambung? (Bagian-1)

Pengantar
Seorang pembaca mempunyai masalah dengan instalasi camera dengan menggunakan access point di tiga lokasi. Masalah yang dihadapi adalah gambar membeku (freeze) di semua camera yang berjarak 1 dan 2 kilometer dari titik pusat. Waktu itu kami menyarankan agar mengganti topologi dari yang semula point-to-multipoint menjadi topologi point-to-point. Namun, hingga kini belum terdengar lagi kabar beritanya, sehingga kami menyadari bahwa saran kami di atas terkesan "terlalu pagi". Seiring dengan berjalannya waktu, kamipun mendapat tugas untuk memeragakan access point di salah satu client di ibukota. Bak gayung bersambut, maka pada bahasan kami selanjutnya, insya Allah kami akan menuliskan beberapa point penting untuk anda sekaligus menjawab pertanyaan pembaca kami tadi: mengapa sinyal video pada access point suka putus nyambung alias gambarnya jadi membeku? With our deep respect to all access point geeks, perkenankanlah kami mengulas persoalan ini dari 3 sisi saja, yaitu:

1. Sisi topologi.
2. Sisi kualitas Radio Link berikut analisanya.
3. Sisi bandwidth atau istilah lain yang berkaitan dengannya.

Terlepas dari merk access point dan camera CCTV yang dipakai, kami berpendapat apabila ketiga aspek tadi memenuhi syarat, maka secara teknis seharusnya masalah tersebut tidak terjadi. Nah, bagaimanakah penjelasan detailnya?

Baiklah kita mulai bahasan kita. Boleh jadi kami terlalu dini dalam menyarankan pembaca tadi, mengingat tidak selamanya topologi point-to-multipoint menghasilkan gambar yang putus. Buktinya, saat kami memeragakan 4 (empat) camera access point secara point-to-multipoint, kesemua camera bekerja dengan baik tanpa putus. Padahal yang diperagakan adalah camera speed dome dari merk terkenal. Fungsi pan, tilt, zoom, bahkan object tracking semuanya bekerja dengan sempurna via access point. Bisa jadi pembaca berkata: "Itu kan jarak dekat..!" Ya, justru di sinilah point penting bahasan kami. Jadi, dalam hal ini bukan topologinya yang salah, sehingga menyebabkan sinyal video menjadi putus. Ada faktor lain lagi yang perlu pula diperhatikan.

Sebelumnya, bagi pembaca yang ingin memperdalam aspek ini, kami akan ulas sedikit mengenai apa itu topologi. Sederhananya, topologi adalah cara  menyusun peralatan agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Sepanjang kami ketahui,  dalam access point paling tidak kita perlu mengenal 3 jenis topologi dasar di bawah ini, yaitu:



Penjelasan dari masing-masing topologi adalah sebagai berikut:

1. Point To Point (P2P atau PtP)
Ini adalah topologi paling mendasar dalam access point dimana dua stasiun saling berkomunikasi satu sama lain secara dua arah. Katakanlah lokasi A adalah camera yang dilengkapi dengan access point (outdoor), sedangkan P adalah pusat pengendali. Di sini berlaku hubungan AP - Client, yaitu titik A sebagai Client dan P sebagai AP (Access Point).

2. Point To Multipoint (PtMP)
Katakanlah sekarang kita ingin memasang camera di tiga lokasi berjauhan, misalkan lokasi A, B dan C. Kesemuanya akan dilihat oleh ruang pengawas (control) di satu titik, yaitu P. Maka, topologi yang diperlukan adalah Point To Multipoint. Namun, dalam konteks access point bisa saja letak ketiga camera tersebut relatif berada dalam satu arah mata angin, seperti pada Point to Multipoint 1 atau salah satunya membelakangi ruang pengawas (seperti Point to Multipoint 2). Perbedaan posisi seperti ini nantinya akan memengaruhi pemilihan jenis antenna di masing-masing lokasi, bahkan bisa memengaruhi pula topologi itu sendiri apabila jaraknya cukup jauh. Artinya, bisa saja koneksi dari C ke P malah memakai topologi Point to Point. Jadi, titik C bukan merupakan bagian dari Multipoint A dan B lagi, melainkan sudah Point to Point sendiri ke P.

3. Gabungan antara Point To Multipoint dengan Point To Point 
Misalkan dikehendaki 3 titik camera di beberapa titik bisa di-access dari jarak jauh, maka kita bisa memakai topologi ini. Di sini, 3 camera seolah-olah diparkir dulu pada access point P yang bisa ditaruh di tiang atau menara (tower). Kemudian dari sana dibuatlah koneksi baru dengan sepasang access point lagi yang berfungsi sebagai jembatan penghubung ke stasiun pusat. Oleh sebab itu, koneksi baru ini disebut dengan istilah Point to Point Bridge atau cukup disebut dengan Bridge saja.

Pada sesi ke-2 nanti, insya Allah kami akan coba menganalisa kasus yang menimpa pembaca kami tadi dimana ia sudah memakai topologi Point to Multipoint, namun hasilnya sinyal video malah freeze di semua titik. Kami akan mengawalinya dengan analisa kualitas Radio Link yang dibangun. Ya, anggap saja analisa ini sebagai pendalaman materi dari pokok bahasan Access Point yang sudah-sudah atau minimal sebagai bahan evaluasi intern kami sendiri. OK? Stay Tune on Tanya Alarm & CCTV !