Rabu, 24 Oktober 2012

Pertanyaan Seputar Kabel Alarm

1. Kabel apakah yang dipakai dalam instalasi alarm?
Umumnya semua jenis kabel bisa dipakai. Tapi karena berbagai alasan, seperti kepraktisan dan harga, maka orang sering memakai jenis kabel telepon "isi dua", "isi empat" atau "isi enam" yang berdiameter sekitar 0.6mm. Isi dua biasanya dipakai untuk sensor pasif seperti door contact, panic button, residential heat detector dan sebagainya. Isi 4 (2x2x0.6mm) dipakai untuk sensor aktif yang memerlukan power, yaitu PIR, photoelectric beam, 4-wire smoke detector, glassbreak detector dan sebagainya. Isi 4 pun dipakai untuk tarikan keypad. Sedangkan isi 6 dipakai pada sensor aktif yang memerlukan tamper secara terpisah.   

2. Apakah kabel serabut atau tunggal?
Untuk instalasi di rumah tinggal, keduanya bisa dipakai. Pertimbangannya kembali pada soal kepraktisan dan harga. Kabel jenis serabut lebih lentur dan cocok untuk disembunyikan di balik tralis, gordyn atau sofa. Kabel tunggal biasanya agak kaku dan tampak jelas saat instalasi di bangunan jadi. Ini adalah soal keindahan saja, sedangkan secara teknis keduanya tidak masalah.

3. Berapa panjang maksimum yang diperbolehkan?
a. Sensor ke Panel Control
Tidak ada batasan pasti, karena ini dipengaruhi oleh diamater dan kualitas kabel itu sendiri. Jadi, berapapun panjangnya tidak masalah. Namun sebagai patokan, selama resistansi satu loop tidak melebihi 300 ohm, maka instalasi tersebut dipandang aman.

b. Panel Control ke Keypad
Jika dalam manual disebut angka 1,000ft (305m), maka artinya jarak kabel ke keypad terjauh, termasuk pencabangannya, tidak boleh melebihi angka tersebut. Dalam contoh di bawah ini, keypad C telah melebihi 300m, sehingga akan error. Demikian pula dengan modul-modul tambahan yang memakai jalur bus, harus mengikuti kaidah ini.

c. Panel Control ke Siren
Tidak ada batasan pasti. Panduannya: 
1. Periksalah pada spec. berapakah arus output max. yang sanggup disediakan oleh panel. 
2. Periksalah pula berapa arus yang diserap oleh siren.

Hasil pada point 1 harus lebih besar atau sama dengan point 2. Jika memakai siren berdaya besar pada jarak yang lumayan jauh, pertimbangkanlah untuk memakai kabel listrik berdiameter minimal 0.75mm.


3. Bagaimana cara melihat kabel yang bagus?
Selain dari merk, kabel bagus terlihat dari materialnya. Untuk kabel tunggal perhatikanlah saat dikupas, apakah tipis sehingga mudah patah? Dalam alarm tidak ada beda antara kabel dengan plastik selofan dalam pembungkusya dengan yang tidak. Untuk kabel serabut, selain faktor di atas, makin banyak serabut artinya makin baik. Tapi dari semua itu yang terpenting adalah soal resistansi kabel. Ukurlah resistansi kabel dari ujung ke ujung saat masih dalam gelondongannya melalui ohm-meter. Perhatikanlah resistansinya. Makin kecil nilainya, semakin baik pula kualitasnya. 

4. Kabel apakah yang cocok digunakan pada instalasi outdoor?
Selama kabel dilindungi di dalam plastic conduit (pipa), maka kabel indoor bisa dipakai. Hal yang sering menjadi penyebab rusaknya kabel adalah buruknya cara penyambungan pipa, sehingga air masuk ke dalam pipa dan menyebabkan kondensasi. Untuk menghindari itu, bekerjalah sepeti tukang ledeng yang tidak membiarkan celah sedikitpun di sepanjang pipa. 

5. Bolehkah menyatukan kabel alarm dengan instalasi listrik?
Cara ini sering ditempuh manakala kita sudah kekurangan pipa dan tidak mungkin membobok lagi. Istilahnya nebeng pipa. Walaupun dari pengalaman jarang terjadi apa-apa, namun sebaiknya hal ini dihindari. Bukan apa-apa. Memasukkan kabel alarm ke dalam pipa listrik yang sudah terpasang bukanlah merupakan ide yang baik. Setidaknya hal ini bisa membuat instalatir menjadi murka. Jadi, usahakanlah membuat jalur sendiri!

6. Bagaimana cara mengukur nyambung tidaknya kabel?
Percaya atau tidak, banyak pemula yang sulit melakukan pekerjaan ini. Padahal caranya cukup mudah. Hubungsingkatlah semua kabel di salah satu ujung, lalu di ujung satu lagi kita ukur dengan multimeter pada posisi ohm. Setiap penunjukan jarum atau display pada multimeter menyatakan kabel tersambung dengan baik alias tidak putus. Well?

7. Bagaimana cara menyambung kabel yang baik?

8. Perlukah setiap sambungan kabel disolder?

9. Apakah yang dimaksud dengan ground shorted?

10. Apa sajakah kebiasaan yang harus diperbaiki?