Senin, 12 November 2012

Menyoal Kembali Kapasitas Storage DVR


Pengantar
Pertanyaan mengenai berapa lama satu DVR bisa merekam masih meninggalkan misteri yang tidak setiap orang bisa menjawabnya dengan pasti. Tak terkecuali apakah dia seorang sales marketing, system engineer atau teknisi lapangan, pada umumnya mereka akan kelabakan jika ditanya masalah ini secara spontan oleh calon customer. Hal ini bisa dimaklumi mengingat pertanyaan seperti itu sifatnya sangat terbuka. Artinya, cakupannya terlalu luas dan melibatkan sejumlah variabel dan parameter. Jadi sangatlah pantas jika kita kelabakan dalam menjawabnya. Nah, bagaimana cara menjelaskannya kepada customer agar pertanyaan mereka ini bisa dijawab, tanpa kita asal menerka? 

Alat Bantu yang Harus Disiapkan
Saat melakukan demo produk, khususnya DVR dan IP Cam, maka tidaklah lengkap jika kita tidak menyiapkan utility disk calculator. Hal ini disebabkan customer atau audiens kerap menanyakan persoalan ini yang boleh jadi saat itu konsentrasi kita sedang tercurah pada feature lain. Utility disk calculator ini banyak dikeluarkan oleh vendor ataupun bertebaran di situs internet. Cuma sayang, hingga saat ini penulis masih belum menemukan dua atau tiga utility yang bisa memberikan hasil perhitungan sama. Artinya, antara utility satu dengan lainnya, hasilnya berbeda. Kendati demikian, mari kita telaah parameter apakah yang sesungguhnya mempengaruhi besarnya data rekaman? Untuk itu penulis akan mengambil salah satu contoh utility Disk Calc yang ada di Google Play Store.



Dari gambar di atas, terlihat bahwa besarnya data rekaman ditentukan oleh 5 parameter berikut ini:

1. Resolusi
2. Compression
3. Frame Rate (FPS)
4. Jumlah camera
5. Lamanya hari (Days)

Seperti contoh di atas, terlihat bahwa untuk merekam satu camera pada resolusi rekaman 352x288 dengan codec H.264 full motion 25 fps diperlukan space harddisk sebesar 4.42368 GB (bisa dibulatkan menjadi 4.5GB) per hari. Nah, dari satu data tersebut, kita dapat menjawab pertanyaan lainnya, yaitu:

Untuk 16 Camera, diperlukan 16 x 4.5 GB alias 72 GB per hari. Artinya, 16 Camera per bulan memerlukan 30 x 72 GB = 2160 GB (2 Tera Byte). Wow, luar biasa bukan?

Jika ada pertanyaan bagaimanakah caranya agar hard disk yang dipakai tidak sebesar itu? Untung saja perhitungan di atas sifatnya linier (berbanding lurus), sehingga kita tinggal memainkan parameter-parameter di atas. Contohnya jika kita menurunkan FPS dari 25 menjadi 12, maka space harddisk pun akan turun pula setengahnya (menjadi 1TB). Demikian pula dengan pengurangan-pengurangan lainnya.

Kembali pada pokok persoalan, dari manakah kita menetapkan besaran awal mengingat parameter tersebut demikian banyak? Untuk itu penulis lebih menyukai hal-hal ini:

Pada Standalone DVR mulailah dengan resolusi CIF (352x240) - H.264 - 25 fps - 1 Camera - 1 Hari, misalkan diperoleh 4.5 GB. Maka:
-  untuk 1 bulan diperlukan 30 x 4.5 GB = 135GB per camera,
-  untuk 8 Camera diperlukan 8 x 135 GB = 1080GB (sekitar 1 TB) dan seterusnya.

Pada IP Cam mulailah dengan resolusi 1280x1024 (1.3 Mega Pixel) - H.264 - 25 fps - 1 Camera - 1 Hari, misalkan diperoleh hasil 31 GB. Maka:
-  untuk 1 bulan diperlukan 30 x 31 GB = 930 GB per camera,
-  untuk 4 camera diperlukan 4 x 930 GB = 3720 GB (hampir 4 TB!) dan seterusnya.

Penutup
Pembaca bisa menggunakan disk utility lainnya terutama yang dikeluarkan oleh factory. Adapun yang kami uraikan di sini hanyalah contoh, bahwasanya kita tidak bisa menjawab secara spontan terhadap pertanyaan berapa lama satu DVR atau NVR bisa merekam. Dengan berbekal pengetahuan yang cukup seperti ini, semoga customer bisa memahami penjelasan kita. Salam!