Selasa, 26 Februari 2013

Sedikit Tentang PoE untuk IP Cam


Salah satu kelebihan IP Cam -walaupun tidak semua tipe- adalah kemampuannya dalam menampilkan resolusi tinggi, sehingga dalam beberapa kasus, kedudukannya bisa menggantikan camera analog yang dilengkapi dengan lensa zoom. Selain itu, instalasi kabelnya pun boleh dikata lebih ringkas. Camera analog terkadang memerlukan beberapa tarikan kabel untuk menyalurkan video, power dan data. Sedangkan untuk fungsi yang sama, IP cam hanya memerlukan seutas kabel UTP saja. Oleh karena kepraktisannya inilah, maka camera  jenis ini makin dilirik banyak orang. Bagaimana dengan anda?

Namun, dalam implementasinya masih diperlukan pemisahan antara kabel power dengan sinyal, sebab tidak semua tipe IP Cam mendukung apa yang disebut dengan PoE (Power over Ethernet). Betulkah demikian? 

Jawabannya adalah tidak! Pada instalasi IP Cam sejatinya kita tidak perlu menarik dua apalagi tiga utas kabel seperti pada camera analog. Kita cukup membentangkan satu kabel UTP saja, tidak perduli apakah IP Cam tersebut tersebut tergolong kelas atas, menengah ataupun kelas bawah. Cara ini jelas lebih praktis ketimbang cara analog yang terkadang memerlukan dua tarikan kabel. Mengapa bisa demikian? Hal itu disebabkan kita boleh memilih salah satu dari dua cara menyalurkan power pada IP Cam yang kami ketahui sejauh ini. Sebelum memutuskan cara mana yang akan dipakai, faktor yang perlu diketahui adalah apakah spec. IP cam kita mendukung apa yang disebut dengan "802.3af compliant" ataukah tidak. Jika tidak, maka tidak perlu khawatir, sebab kita bisa memakai alat yang disebut Power Injector dan Splitter seperti terlihat pada cara ke-1 di bawah ini. Namun, jika mendukung, maka kami sarankan agar memakai Network Switch with PoE seperti pada cara ke-2. 




(Klik gambar untuk memperjelas)

Alhasil, dari sisi penarikan kabel, IP cam jauh lebih praktis, ringkas dan rapi ketimbang camera analog. Berita bagusnya lagi adalah harga peralatan PoE ini terbilang murah dengan kualitas yang mumpuni.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah soal watt. Secara umum, kapasitas daya (watt) pada kebanyakan PoE sudah lebih dari mencukupi untuk dibebani IP cam. Kalaupun sampai terjadi overload, maka yang terjadi hanyalah power yang tidak keluar saja, tanpa menyebabkan camera ataupun PoE menjadi rusak. Selain itu, khusus pada PoE Splitter, di sana ada pilihan tegangan 5V-9V-12V untuk IP cam kita. Seperti mafhum diketahui, tidak semua IP cam bekerja pada 12V, sehingga dengan adanya pilihan ini kita bisa leluasa dalam memilih produk.

Pembaca bisa menyelami seputar persoalan PoE ini lebih mendalam dari referensi lainnya, tapi bagi kami bekal pengetahuan ini sudah mencukupi. Sampai jumpa!