Sabtu, 11 Mei 2013

Lebih Dekat dengan Wireless Alarm (1)


Pengantar
Hingga saat ini penggunaan alarm nirkabel (wireless) boleh dibilang masih jarang. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Dengan mengenyampingkan dulu soal harga, faktor kurang gencarnya promosi dan pengalaman buruk di masa lalu, rupanya masih menjadi kendala bagi sebagian vendor dalam menjual sistem ini. Benarkah wireless alarm ini dapat diandalkan? Demikian kira-kira bunyi pertanyaan yang sering menyeruak. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang, insya Allah pada posting kali ini kami akan mulai memperkenalkan sistem ini lebih dekat kepada pembaca.


Problematika Klasik Wireless Alarm
Tak dipungkiri, dalam realita saat ini pemakaian sistem wireless masih sangat sedikit ketimbang sistem kabel. Patut diakui pula, sistem ini memiliki kelompok yang pro dan kontra. Bagi kelompok kontra, maka alasan yang mereka diajukan sebenarnya hanya berkutat pada persoalan ini-ini saja, yaitu:

1. Jarak
Jarak sensor dengan panel merupakan kendala utama. Oleh karena sensor hanya disokong oleh transmitter kecil, maka transmisinya relatif terbatas. Dinding dan lantai bertingkat memberikan andil besar dalam mereduksi sinyal. Jadi -menurut mereka- sistem ini tidak cocok dipasang di rumah-rumah besar.

2. Harga
Faktor ini berperan besar dalam "membenamkan" popularitas wireless alarm. Dibanding kabel, sistem ini masih diaggap lebih mahal, bahkan hingga dua kali lipatnya. Harga mahal tidak akan dilirik oleh customer, benarkah?

3. Umur Baterai
Mengganti baterai sensor -walaupun hanya dua tahun sekali- merupakan pekerjaan yang merepotkan. Tidak setiap customer mau melakukannya sendiri. Demikian pula tidak setiap vendor yang siap dipanggil ke rumah kapan saja hanya untuk mengganti baterai. Dengan demikian, harus tersedia extra cost untuk pemeliharaannya. 

4. Sabotase
Sistem yang memakai frekuensi cenderung rentan terhadap sabotase, misalkan dengan men-jamming sinyal melalui alat jammer. Apalagi alat macam ini dapat diperoleh dengan mudah. Selain itu, sinyal remote-nyapun konon bisa diduplikasi oleh semacam "alat canggih". Alhasil, si "alat canggih" ini akan melahirkan remote baru yang bisa mematikan sistem alarm. Ck...ck...ck.

5. False Alarm
Sebagian yang kontra mengklaim, bahwa sistem ini rentan terhadap false alarm, misalkan oleh petir, radio amatir, citizen band dan lainnya. Jika gangguan ini menimpa sistem alarm, maka sudah bisa dibayangkan betapa repotnya.

6. Sering Macet (Hang)
Menimba pengalaman buruk dari alarm mobil yang jika dekat dengan pemancar radio atau BTS akan hang, demikian pula kekhawatiran mereka pada wireless alarm di rumah. 

Kendati sebagian ada benarnya, namun pada posting mendatang insya Allah kami akan paparkan bantahan terhadap klaim-klaim mereka. Tujuannya agar kita bisa lebih cerdas dalam menyikapi persoalan ini. Penasaran? Terima kasih atas kesediaan pembaca untuk menunggu. Salam!