Selasa, 05 Maret 2013

Pertimbangan dalam Instalasi IP Camera


Sekalipun saat ini IP cam sudah semakin populer, namun secara umum jumlah pemasangannya masih relatif sedikit ketimbang camera analog biasa. Paling tidak itulah pendapat kami, bagaimana dengan anda? Padahal dari segi teknis (bukan harga), instalasi camera ini tergolong relatif mudah. Bahkan, dari segi kualitasnyapun bisa dikatakan melebihi camera analog. 

Namun, pada posting kali ini kami tidak akan memperpanjang perdebatan seputar manakah yang lebih unggul antara IP cam dengan camera analog. Biarlah hal itu berkembang secara alamiah seiring dengan berjalannya waktu. Kami lebih tertarik pada bahasan tentang faktor apa sajakah yang patut dipertimbangkan pada pemasangan IP cam, terutama jika jumlah cameranya cukup banyak? Nah, inilah jawaban kami.

1. Jarak
Faktor ini kami tempatkan pada point pertama, karena akan berkaitan dengan penarikan kabel antara camera dengan network switch. Dalam banyak literatur disebutkan, bahwa jarak maksimum IP camera adalah 100 meter, sama dengan perangkat IP lainnya. Oleh karenanya, jika jarak camera kita kurang dari itu, maka tidak ada masalah. Namun, jika ada titik camera yang melebihi jarak itu, maka kita memerlukan apa yang disebut dengan IP extender.

2. Jumlah Camera
Faktor kedua adalah jumlah camera. Jika kita hanya memasang satu atau dua camera saja, maka dalam banyak hal, camera tersebut bisa diikutkan langsung ke network switch yang sudah ada, baik di kantor maupun rumah. Seperti diketahui, umumnya network switch memiliki spesifikasi 100 Mbps, sementara IP camera rata-rata memakan 0.2 hingga 2 Mbps. Jadi, beberapa IP camera masih bisa "diangkut" dengan aman melalui infrastruktur jaringan yang ada. 

Namun, bagaimanakah jika IP camera yang akan dipasang jumlahnya banyak? Untuk itu disarankan agar kita membuat jaringan sendiri, terpisah dari jaringan yang ada. Artinya, membeli lagi network switch yang baru untuk keperluan IP camera. Ini tak ubahnya bagaikan jalur kereta api. Jika satu jalur sudah padat, maka kita tinggal membuat lagi jalur baru, demikian seterusnya. Pada aplikasi perkantoran atau perusahaan, mungkin kita memerlukan apa yang disebut dengan Gigabit Ethernet, yaitu network switch berkecepatan 1000 Mbps (10 kali lipat dari yang biasa). Kabar baiknya adalah harga perangkat ini relatif murah.

3. Power
Salah satu kelebihan lain dari IP camera adalah kesederhanaan instalasi. Cukup bentangkan seutas kabel UTP, crimping kedua ujungnya dengan connector RJ-45, beres! Soal power kita tidak perlu repot, karena ada dua teknik yang bisa dipakai. Silakan buka kembali uraian kami seputar PoE di sini.

4. Live View
Kebanyakan pengguna camera CCTV menginginkan tampilan yang benar-benar real, tanpa patah-patah. Ini bukan persoalan bagi camera analog, tetapi bisa menjadi prahara bagi IP cam. Biang keladi dari semua masalah pada IP cam adalah soal bandwidth. Tapi, sekali kita mengerti duduk persoalannya dan bisa pula menyiasatinya, maka instalasi IP camera benar-benar merupakan pekerjaan yang menyenangkan.

5. Recording
Seperti diketahui, perekaman pada camera analog dilakukan oleh DVR (digital video recorder), sedangkan pada IP camera dilakukan oleh apa yang disebut dengan NVR (network video recorder). NVR ini ada yang berupa perangkat keras mirip dengan DVR, ada pula yang "hanya" berupa program (software). Perbedaan antara keduanya berkaitan dengan dimanakah hard disk disimpan. Pada NVR tipe perangkat keras, hard disk disimpan di dalam unit itu sendiri. Sedangkan pada NVR yang berupa software, tentu saja hard disk-nya dipasang  di dalam komputer (PC).

Kami tidak bisa mengatakan mana diantara keduanya yang lebih unggul. Hanya yang jelas, NVR berupa perangkat keras harganya masih mahal. Lalu bagaimanakah dengan NVR berupa software? Nantikan evaluasi kami seputar software NVR ini beberapa waktu mendatang, insya Allah.

Komentar kami, apapun bentuk NVR-nya, isu yang pertama muncul adalah soal berapa lama rekaman bisa dilakukan pada hard disk sekian GB. Untuk itu pastikanlah, bahwa kita sudah mempertimbangkan semua faktor di atas ditambah dengan hitungan kasar mengenai:

1. Jumlah camera yang akan direkam
2. Pada berapa fps rekaman itu akan dilakukan
3. Berapa resolusi rekaman yang akan dipakai
4. Kompresi apa yang dipakai (MPEG4, MJPEG atau H.264)
5. Berapa harikah rekaman akan dilakukan?
6. Berapa jam dalam sehari rekaman itu dilakukan?

Dengan memasukkan parameter ini ke dalam HDD calculator yang banyak dijumpai di internet, kita bisa memperoleh gambaran kasar mengenai kapastitas hard disk yang diperlukan. Atau, bisa menjawab pertanyaan berapa harikah sebuah hard disk kapasitas sekian GB bisa merekam.

Kiranya cukup di sini dulu informasi kami seputar pertimbangan dalam bekerja dengan IP camera. Semoga pembaca memperoleh sedikit pencerahan. Salam!