Selasa, 21 Mei 2013

Lebih Dekat dengan Wireless Alarm (3-Habis)

Bagian-bagian dari Wireless Alarm
Tidak seperti sistem kabel -yang memerlukan survei lokasi dan menghitung jumlah kabel serta material bantu lainnya-  wireless alarm dijual dalam bentuk paket (starter kit). Sebagai contoh, satu kit wireless alarm bisa terdiri atas: 

1 unit control panel
1 unit wireless keypad*
1 unit transformer**
3 unit wireless door contact
1 unit wireless PIR (passive infra red)
1 unit remote control (keyfob)

*Pada tipe yang disebut "all-in-one", keypad ini sudah menyatu dengan control panel.
**Kebanyakan yang beredar di sini, transformernya sudah built-in di dalam control panel. 



Contoh starter kit wireless alarm

Untuk aplikasi di rumah tinggal berukuran kecil, unit sejumlah itu sudah memadai. Kita bisa memasang door contact di pintu utama, pintu samping atau jendela dapur.  Sementara PIR sendiri bisa dipasang di ruangan tamu. Namun, jika diperlukan lebih banyak sensor, kita bisa menambahkannya hingga mencapai 30 unit atau sesuai dengan keperluan (dan budget). Berita gembiranya adalah -dengan mempelajari sekilas- kita bisa memasang sendiri sensor tambahan tadi dan mengenalkannya pada control panel. Proses pengenalan ini disebut dengan enrollment. Ilustrasinya bisa pembaca rujuk kembali pada artikel ini.


Di manakah Siren?
Kebanyakan merk wireless alarm selalu meletakkan built-in siren pada panel control-nya. Pertanyaan yang menyeruak adalah mengapa diletakkan di control panel yang nota bene selalu dipasang di dalam rumah? Boleh jadi di negara asalnya (US dan Canada), hal itu menyangkut beberapa alasan, misalnya:
1. Siren di luar rumah bisa menganggu tetangga, terlebih lagi jika terjadi false alarm.
2. Sistem alarm sudah terhubung dengan central monitoring yang dibayar setiap bulan. 
    Bukankah saat kejadian alarm, ada petugas atau polisi yang langsung datang ke rumah?
3. Tanpa siren tambahan, jelas bisa menghemat budget.

Kendati demikian, jika memang perlu kita bisa memasang siren tambahan di indoor ataupun outdoor, baik dari jenis wireless maupun kabel. Berbeda dengan siren kabel, siren jenis wireless benar-benar dipasang tanpa perlu menarik kabel. Sumber tenaganya adalah baterai jenis lithium thionyl chloride 3.6VDC. Tegangan sekecil itu, selain menghasilkan bunyi lumayan keras, juga tahan lama -sekitar 2 tahun-  tanpa perlu dicas. Walhasil, walaupun harus mengeluarkan budget lebih, namun hasilnya benar-benar rapi.



Contoh Outdoor Siren

Sekilas mengenai Repeater
Telah diketahui bersama, bahwa kendala utama -walaupun tidak selalu- dalam sistem wireless adalah soal jarak. Tapi wireless alarm masa kini telah mampu mengatasi kendala ini tanpa masalah. Fungsi menu diagnostic banyak membantu installer dalam menempatkan posisi panel, keypad maupun sensor secara efektif, sehingga tidak ada kekhawatiran sinyal tidak diterima. 

Di sisi lain, pada bangunan yang terbilang rumit, banyak sekat dan luas, adakalanya diagnostic menunjukkan hasil yang bad atau poor. Jika segala upaya merelokasi letak sensor dan panel tak kunjung berhasil, maka saatnyalah kita menggunakan repeater. Salah satu bentuk repeater wireless alarm masa kini tampak pada gambar di bawah.
Wireless Repeater

Fungsi repeater -sesuai namanya- adalah meneruskan transmisi dari sensor ke control panel. Proses mudahnya adalah sensor --> repeater --> control panel. Dengan demikian, secara teoritis kita memperoleh tambahan jarak hingga mencapai dua kalinya. Seperti halnya sensor,  repeater pun harus di-enroll dulu ke control panel. Setelah itu, repeater di-diagnostic guna memastikan peletakannya sudah tepat. Sensor yang akan di-repeat mesti di-enroll ke repeater ini. Untungnya proses ini terbilang cukup mudah. Repeater ini ditenagai oleh sumber listrik (adaptor) 12VDC dan sudah dilengkapi baterai cadangan. Dalam keadaan ini, fungsi repeater sangat vital bagi "kelangsungan hidup" wireless alarm, sehingga tidak boleh kehilangan pasokan listrik walau sesaat. 

Penutup
Tidak seperti sepuluh tahun lalu, alarm wireless masa kini sudah mengalami metamorfosa yang nyaris menyamai alarm kabel. Kualitas sinyalnya sudah makin baik, reliable, kaya akan fitur dan -terpenting- mudah sekali dipasang. Tidak pada tempatnya jika kita terus mencari bagus manakah antara wireless dengan kabel, sebab keduanya memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki satu sama lain. Biarkanlah wireless berjalan dengan segala kepraktisannya, sementara kabel dengan semua kehandalannya. Pilihan akhir tetap ada di tangan customer. Salam!