Rabu, 26 Juni 2013

Sekilas Tentang Istilah "Grade" pada Sistem Alarm

                                                  
                                     
Pernahkah mendengar istilah Grade pada satu merk alarm system? Misalkan di kemasannya tertulis Grade 2. Apakah artinya? Secara gamblang, grade menyatakan seberapa besar resiko satu sistem alarm terhadap upaya sabotase. Bisa pula menyatakan pembagian properti-properti yang tergolong beresiko rendah, menengah dan tinggi terhadap bahaya pencurian. Grade ini dipakai sebagai standar bagi perusahaan asuransi. Dengan kata lain, perusahaan asuransi akan menilai satu properti berdasarkan grade sistem alarm yang dipasang. Implikasinya, makin tinggi grade satu sistem alarm, maka sudah barang tentu harganya semakin mahal. Nah, walaupun istilah ini kebanyakan nya diterapkan di negara lain, namun kami ingin memberikan sedikit penjelasan pada pembaca sebagai pengetahuan umum saja. Semoga bermanfaat.

Grade 1
Grade 1 menyatakan  instalasi  pada properti dengan tingkat risiko yang rendah. Dengan kata lain, properti ini tidak terlalu menarik perhatian pencuri. Pencuri cenderung menjadi oportunis, karena hanya memiliki peralatan dan pengetahuan yang terbatas mengenai bagaimana cara kerja sistem alarm. Peralatan alarm dengan Grade 1 tidak diakui oleh perusahaan asuransi. Mungkin karena di grade ini sejumlah fitur anti tamper tidak dipasang oleh installer, sehingga sangat mudah disabotase.

Grade 2
Grade 2 diperuntukkan bagi  instalasi pada properti dengan resiko pencurian menengah. Properti ini memiliki hal yang menarik perhatian pencuri berpengalaman. Pada grade ini, pencuri dianggap memiliki pengetahuan mengenai cara kerja sistem alarm dan membawa sejumlah peralatan guna melumpuhkan sistem. Sistem ini wajib memiliki fitur anti tamper dalam instalasinya dan memiliki fasilitas komunikator untuk berhubungan ke luar berupa jalur telepon. Grade 2 adalah tingkat pertama yang diakui oleh perusahaan asuransi. Sistem ini juga memiliki pilihan untuk dihubungkan dengan alarm central monitoring atau polisi.

Grade 3
Grade 3 adalah untuk sistem dengan resiko pencurian yang tinggi. Properti di Grade ini pasti akan menarik perhatian pencuri. Pencuri dianggap memiliki peralatan dan pengetahuan yang mumpuni tentang sistem alarm. Mereka cenderung untuk merencanakan pencurian terlebih dahulu. Sistem di Grade 3 ini harus memiliki semua fitur anti-tamper yang diperlukan dan mesti bisa diminta agar terhubung dengan sistem panggilan polisi.

Grade 4
Grade 4  adalah untuk sistem di suatu tempat -katakanlah bank atau instalasi vital lainnya, seperti pembangkit listrik, tower, atau gudang arsip- dengan tingkat risiko pencurian atau perusakan yang sangat tinggi.  Sistem dalam grade ini selalu terhubung dengan sistem panggilan polisi dan atau alarm central monitoring. Selain memiliki pengetahuan yang canggih mengenai cara kerja sistem alarm, pencuri dianggap memiliki peralatan serba lengkap dan canggih untuk melumpuhkan sistem. 


Kira-kira termasuk ke dalam grade manakah sistem alarm yang sudah kita pasang? Jika sistem itu terdiri dari panel control, sensor dan siren yang masing-masing dilengkapi dengan tamper switch, maka bisa dikatakan ia memiliki grade 2. Tetapi jika terdiri dari beberapa sensor yang masing-masing bisa "bunyi sendiri" (standalone), maka dikatakan memiliki grade 1. Alasannya sensor seperti ini tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan keseluruhan sistem. Kebanyakan merk alarm terkenal -baik sistem kabel maupun wireless- hanya mencantumkan hingga grade 2. Ini sudah memadai untuk kebanyakan aplikasi di rumah tinggal dimana tingkat resiko pencuriannya termasuk menengah (medium risk).