Jumat, 16 Agustus 2013

Night Zone

                                                     

Selain faktor keamanan, sistem alarm yang baik harus menawarkan pula kenyamanan dalam mengoperasikannya. Jika perlu, hanya dengan satu atau dua langkah saja, sistem bisa beroperasi sesuai yang kita inginkan. Sebut saja feature quick arm, quick exit, group bypass dan lainnya. Salah satu feature yang jarang diminta adalah night arming. Kemarin salah satu mitra kami diminta oleh client expat untuk memrogramkan zone tertentu sebagai night zone, karena dia memerlukan mode night arming. Oleh karena feature ini jarang sekali dikenalkan apalagi dipakai, boleh jadi sang client expat tadilah yang justru lebih tahu dari kita. Berikut kami informasikan untuk anda.

Umumnya kita mengenal 2 (dua) mode pengaktifan alarm, yaitu stay arming dan away arming. Singkatnya, stay arming adalah kita mengaktifkan alarm tanpa keluar rumah. Sedangkan away arming, kita mengaktifkan alarm saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Nah, selain itu ada pula yang namanya night arming yang melibatkan zone yang diprogram sebagai night zone.
  
Pengertian Night Zone pada Panel DSC
1. Zone yang tetap bypass saat user menekan [*] [1] pada mode Stay.
2. Zone yang hanya aktif pada saat Away arming saja.

Contoh:
Zone 1 = MC Pintu Utama, Delay
Zone 2 = MC Pintu Belakang, Instant
Zone 3 = PIR Ruang Tamu, Interior Stay/Away
Zone 4 = PIR R.Keluarga, Night Zone
Zone 5 = PIR R.Tidur, Night Zone
Zone 6 = MC Jendela R.Tamu, Instant

Skenario 1 (Away arming)
Pada saat user mengaktifkan sistem dalam mode away, maka semua zone di atas akan aktif, tanpa kecuali.

Skenario 2 (Stay arming)
Saat user mengaktifkan sistem dalam mode stay, maka Zone 1, 2 dan 6 akan aktif, sementara Zone  3,  4 dan 5 akan bypass (tidak aktif), sehingga user bebas bergerak di dalam ruangan.

Skenario 3 (Night arming)
Saat menjelang tidur, dalam posisi stay armed di atas, user menekan [*][1].
Maka: 
- PIR R.Tamu (Zone 3) menjadi aktif.
- PIR R.Keluarga (Zone 4) dan PIR R.Tidur (Zone 5) tetap bypass, karena diprogram sebagai night zone.

Skenario di atas hanyalah contoh saja. Kita bisa meng-create zone mana saja yang termasuk night zone sesuai dengan keinginan user. Untuk memperoleh night zone, antara pabrikan satu dengan lainnya berbeda. Contohnya untuk panel merk DSC, night zone diperoleh dengan memberikan definisi 37 pada zone itu. Sementara pada merk Micron, night zone mesti dimasukkan dulu pada alamat 386. Kendati caranya berbeda, namun pengertiannya sama. Bahkan pada sebagian merk alarm, mode ini bisa dioperasikan tersendiri melalui keypad khusus seperti tampak pada gambar pembukaan di atas. Semoga bermanfaat!