Sabtu, 14 September 2013

Alarm Hybrid

                                                                                                 
Keterbatasan laten sistem alarm kabel dibandingkan dengan wireless adalah soal lamanya waktu pemasangan. Sebagai perbandingan -dengan jumlah unit yang sama- sistem wireless bisa diselesaikan dalam hitungan jam, bahkan menit! Sedangkan pada sistem kabel diperlukan hitungan jam hingga hari, lebih-lebih jika ada sensor atau siren yang dipasang di luar (outdoor). Oleh sebab itu sistem kabel lebih cocok dilakukan pada rumah yang belum jadi, karena kabelnya bisa ditanam di dalam tembok, sehingga tidak merusak estetika rumah. Namun, bagi penjual hal ini cukup mendatangkan masalah. Tidak sedikit proyek rumah tinggal yang belum juga kelar dalam satu atau dua tahun. Bahkan ada pula yang sudah memasuki tahun ketiga, tetapi belum rampung juga. SO dan sales-nya pun sudah hilang entah ke mana. Problem klasik ini sedikit banyak akan memengaruhi hitungan cost, termasuk dalam hal ini biaya material bantu, biaya operasional dan komisi sales itu sendiri. 

Di sisi lain, owner rumah jadi yang sudah memiliki sistem alarm kabel yang rapi, kerap dihadapkan pada persoalan manakala ia akan menambahkan beberapa sensor lagi di rumahnya. Persoalannya lagi-lagi soal instalasi kabel. Menarik kabel di rumah jadi merupakan sesuatu hal yang "tabu" bagi sebagian besar owner. Jika sudah demikian, maka alarm hybrid-lah jawabannya. Nah, apa da bagaimanakah alarm hybrid itu? 

Alarm hybrid adalah sistem alarm kabel yang bisa ditambahkan sensor wireless ke dalamnya. Memang tidak setiap sistem alarm kabel memiliki kemampuan ini, tetapi rata-rata alarm merk terkenal bisa melakukannya. Jadi, apabila kita sudah memasang sistem alarm kabel yang bekerja dengan baik, lalu ingin menambahkan beberapa sensor lagi tanpa mau repot menarik kabel, kita bisa melengkapi sistem itu dengan wireless receiver. Wireless receiver ini dihubungkan ke control panel dengan satu kabel isi 4 seperti terlihat pada ilustrasi di bawah ini:



Pada ilustrasi di atas, kita melihat ada dua teknik yang bisa dipakai. Teknik pertama adalah kita membeli sebuah unit wireless receiver dan tentunya dengan sensor yang diperlukan. Sedangkan teknik kedua, kita membeli keypad tambahan yang sudah dilengkapi dengan wireless receiver. Kedua teknik ini bisa dipakai salah satunya dan memberikan hasil yang relatif sama. Adapun satu-satunya kendala adalah soal cost, karena sebagaimana dimaklumi, harga sistem alarm wireless -khususnya dari merk terkenal- saat ini masih tergolong mahal dan tidak setiap orang berminat untuk memilikinya.