Rabu, 04 September 2013

Pengertian Partisi pada Sistem Alarm

                                             

Dalam sistem alarm dikenal istilah Partisi (Partition) atau Area. Pengertian sederhananya adalah kita mengelompokkan zone tertentu ke dalam satu area, sementara zone lainnya di satu area berbeda. Misalkan zone 1, 2 dan 3 dikelompokkan ke dalam Partisi 1 atau Area A, sedangkan zone 4, 5 dan 6 ke dalam Partisi 2 atau Area B. Demikian seterusnya sesuai dengan kebutuhan. Perlu diketahui, pengelompokkan zone ini tidak mesti berurutan. Kita bisa saja memasukkan zone 1, 3 dan 7 misalnya ke dalam Partisi 1, sedangkan zone 2, 4 dan 5 ke Partisi 2 dan zone 6 ke dalam Partisi 3 atau Area C. 

Beberapa merk panel alarm -baik sistem kabel ataupun wireless- ada yang bisa dibagi ke dalam 2 Partisi, 3, 4 bahkan hingga 8 Partisi. Tetapi ada pula panel yang tidak memiliki kemampuan ini alias hanya bisa satu partisi saja. 

Lantas apa keuntungan dari sistem Partisi ini? Sistem partisi memungkinkan fleksibilitas dalam pengoperasian dan kepemilikan. Misalkan, bangunan dua lantai disewa oleh dua perusahaan kecil yang masing-masing menempati lantai satu dan lantai dua. Sejatinya mereka bisa men-share satu panel ke dalam dua partisi, katakanlah zone 2, 3 dan 4 milik kantor di lantai satu, sedangkan zone 5, 6 dan 7 milik kantor lantai 2. Lalu, ke manakah zone 1? Zone 1 bisa dijadikan sebagai common zone (zone bersama), misalkan untuk door contact yang dipasang di pintu koridor masuk. Zone ini hanya akan aktif apabila kedua partisi telah aktif (armed) dan menjadi tidak aktif apabila salah satu partisi dalam kondisi mati (disarmed). 

Untuk aplikasi rumah tinggal, misalnya, kita bisa membagi zone menjadi area utama (Partisi 1) dan area pembantu (maid) di Partisi 2. Area utama adalah area milik owner, sedangkan maid area adalah zone tertentu yang dimatikan lebih awal oleh pembantu di pagi hari, tanpa mematikan area utama.

Dalam bekerja dengan partisi, kita perlu memperhatikan urutan ini:

1. Zone assigned to partition, yaitu penentuan zone berdasarkan partisinya seperti contoh di atas. Ini perlu ditentukan dari awal sebelum teknisi melakukan pemrograman.
2. Code assigned to partition, yaitu PIN code untuk setiap partisi yang harus dibuat berbeda.
3. Keypad. Apakah hanya ada satu keypad yang dipakai bersama ataukah masing-masing partisi memiliki keypad sendiri. Ini berkaitan dengan keypad address. 

Sedangkan pada panel yang terbilang bagus, fungsi partisi inipun bisa diperluas lagi menjadi:

1. Fungsi auto arm - disarm berdasarkan partisi masing-masing.
2. Account ID untuk alarm monitoring bisa berbeda berdasarkan partisinya. 
3. Siren output yang bisa dibuat independen berdasarkan partisinya. Setiap partisi memiliki output sendiri-sendiri.
4. Fungsi dialler. Setiap partisi memiliki voice dialler sendiri yang akan menghubungi contact person berbeda.

Demikian uraian singkat mengenai pengertian Partisi atau Area dalam sistem alarm. Semoga bermanfaat.